Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Fajarbaru

menulis untuk melawan proses amnesia sejarah

Tanggapan Jokowi kepada Amin Rais

OPINI | 25 September 2013 | 16:03 Dibaca: 2212   Komentar: 15   2

Jangan dikira Jokowi tidak memperhatikan ucapan para tokoh yang menyerangnya. Terkait popularitas Jokowi yang dipaksakan Amin Rais mirip dengan Joseph Estrada, Jokowi hanya memberikan sebuah pernyataan singkat bahwa dia tidak sama dengan Estrada karena dia lebih ganteng. Dia juga tidak memusingkan urusan popularitas dan elektabilitas yang dipersoalkan oleh Amin Rais. Karena baginya, yang terpenting saat ini adalah kerja dan kerja.

Apa yang disampaikan oleh Amin Rais dalam kesempatan kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/9/2013) memang lebih tepat bukan kuliah umum, tetapi kampanye politik yang belum waktunya. Amin Rais memang sengaja mencuri start untuk berkampanye kepada mahasiswa agar tidak memilih Jokowi sebagai presiden 2014. Padahal Jokowi capres aja belum.

Selain itu, upaya perbandingan Jokowi dengan Joseph Estrada memang gagal secara logika karena popularitas Jokowi tidak bisa disamakan dengan popularitas Estrada. Dari sudut pandang mana pun, sambil nungging-nungging sekalipun para mahasiswa yang kritis pun akan sulit melihat ketepatan alur perbandingan yang disampaikan Amin Rais.

Lalu bagaimana dengan tanggapan Jokowi di atas? Jelas bahwa bagi Jokowi, omongan Amin Rais tidak terlalu penting baginya karena faktanya dia tidak berpikir soal elektabilitas dan popularitas. Yang dia pikirkan saat ini hanyalah kerja dan kerja membenahi Jakarta. Wajar jika Jokowi hanya menanggapi ringan dengan mengatakan bahwa dia lebih cakep dibandingkan tokoh yang disandingkan Estrada dengan dirinya oleh Amin Rais.

Jokowi mau mengatakan apa kepada Amin Rais melalui pernyataan itu? Jadi politikus, ya kerja bukan menjadi komentator popularitas/elektabilitas orang lain hehehe

Sumber:

Jokowi Ngaku Lebih Ganteng

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Australia Jawara Piala Asia 2015 …

Achmad Suwefi | | 31 January 2015 | 18:50

Penyimpangan Perilaku Penyelenggara Siaran …

Budiyanto | | 31 January 2015 | 16:50

Inspirasi, Imajinasi, dan Referensi Dalam …

Ryan M. | | 31 January 2015 | 20:03

Di Indonesia Olah Raga Masih Dianggap …

Den Bhaghoese | | 31 January 2015 | 15:40

Menyantap Roti di Gudang Rottie …

Ariesa Putris | | 31 January 2015 | 15:27


TRENDING ARTICLES

Titik Temu, Catatan Kritis untuk Mata Najwa …

Mahi Baswati | 10 jam lalu

Siapa Adu Domba Jokowi dan Megawati? …

Nusantara Link | 11 jam lalu

Menyorot Sisi Humanitas Kisruh Sawito, Samad …

Nararya | 12 jam lalu

Abraham Samad di Ujung Tanduk …

Inesya Sisca | 12 jam lalu

Niat Jokowi Tidak Akan Torehkan Cacat …

Den Bhaghoese | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: