Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Jalansatusatu

logika adalah modal dalam pembentukan mental bermasyarakat, logika bersih adalah pijakan

Kepemimpinan Nasional dari Hasil Rakernas PDI Perjuangan

OPINI | 10 September 2013 | 13:51 Dibaca: 785   Komentar: 11   3

Berakhir sudah Rakernas ke III PDI Perjuangan, Partai yang dalam 10 tahun konsisten menjadi partai idealis dalam mengkritisi kebijakan-kebijakan menyimpang Pemerintah yang di anggap oleh PDI Perjuangan sebagai bentuk penghianatan kepercayaaan rakyat indonesia.

Pada Rakernas PDI Perjuangan itu Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum Partai kembali mengingatkan akan betapa pentingnya Prinsip Kebangsaan dalam kita bernegara, Bahwa Prinsip Kebangsaan adalah pilar penting sebagai jati diri suatu bangsa, untuk bisa menjadi nilai kepribadian bangsa Indonesia.

Dari dasar Prinsip Kebaangsaaan itu PDI Perjuangan ingin mendapatkan pemimpin-pemimpin baru dari seluruh Indonesia tanpa memandang daerah atau kesukuan,Yang bisa memimpin dengan jati diri dan rasa pengabdian tinggi untuk bisa merubah indonesia menjadi jauh lebih baik.

Ada beberapa point penting yang bisa kita ambil dari butir-butir hasil Rakernas PDI Perjuangan, Terutama pada butir 15 dan 16 tentang Kepemimpinan Nasional.

Point itu adalah :

1). Kriteria Ideologi sebagai pijakan untuk bisa mentransfer nilai Spirit Bangsa, nilai Kemanusiaan, Musyawarah untuk mencapai Mufakat, prinsip Kesejahteraan dan Ketuhanan untuk bisa menjadi nilai budaya sebagai acuan kebijakan-kebijakaan Pemerintahan Negara

2). Kriteria Manajemen sebagai kekuatan sehingga bisa mengambil keputusan tegas yang sesuai dengan bidangnya (kemampuan Teknokrasi) agar dapat menyelesaikan masalah bangsa, Sehingga kedepan tidak ada lagi penyimpangan dalam Pembangunan, Pemberdayaan Energi dst. Dengan dasar pemberdayaan itu kedepan Pemerintah harus mempunyai Agenda Negoisasi Utang Luar Negeri.

3). Kriteria Kemampuan sebagai jawaban tantangan krisis Multi Dimensi Bangsa ini, Krisis Sektarian (diskriminasi perbedaan), Krisis Sosial, Krisis Ekonomi, Krisis Kedaulatan dan Martabat Bangsa, Pemerintahan Negara harus mempunyai Kemampuan dan Determinasi (ketetapan hati) untuk bisa menyelesaikan Krisis Multi Dimensi tersebut

4). Kemampuan Bekerja Sama sebagai Pemerintahan Negara sudah suatu keharusan Presiden dan Wakil Presiden memiliki platform yang saling mendukung dan selaras sehingga bisa bekerjasama dengan baik dalam menjalankan Pemerintaahan yang Harmony

5). Kepemimpinan Transformatif sebagai Kekuatan penggerak agenda transformasi dari Sistem Perekonomian Neo Liberal berubah menjadi Sistem Perekonomian yang berdasarkan Pasal 33 UUD 1945 yaitu Perekonomian Berdasarkan Demokrasi Ekonomi dengan Prinsip Kebersamaan dst.

Dari point yang bisa diambil dari butir-butir dasar kepemimpinan hasil Rakernas, PDI Perjuangan menjalankan Prinsip Nasionalis untuk bisa mendapatkan Pemimpin Bangsa dari segala penjuru Tanah Air tanpa memandang Daerah Asal atau Kesukuan.

Penulis: Jalansatusatu

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | | 02 September 2014 | 11:59

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 4 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: