Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Asmari Rahman

MEMBACA sebanyak mungkin, MENULIS seperlunya

Konvensi

OPINI | 12 July 2013 | 04:17 Dibaca: 200   Komentar: 4   1

Diawal masa reformasi dulu, Partai Golkar pernah melakukan konvensi dalam menentukan calon presiden yang bakal diusung dalam pemilihan presiden, helat besar ini  memunculkan nama Wiranto sebagai capres dari Partai Golkar. Menurut hitung-hitungan diatas kertas Wiranto merupakan kandidat presiden yang kuat dan tak tergoyahkan, namun kenyataannya ketika pemilihan presiden usai dilaksanakan Partai Golkar harus menelan pil pahit karena calon presiden yang mereka usung gagal meraih dukungan rakyat.

Kini  Hal yang sama diulangi kembali oleh Partai Demokrat, partai pimpinan SBY ini sudah merencanakannya sejak jauh-jauh hari, dan hingga saat ini tahapan persiapan sudah hampir rampung, jadwal pelaksanaannya sudah ditetapkan, tinggal satu pertanyaan yang mungkin belum terjawab,  “Apakah Partai Demokrat berkeyakinan bakal mampu mengusung capres dalam pemilihan presiden 2014 mendatang ?

Pertanyaan diatas cukup menggelitik, karena syarat untuk mengajukan calon presiden menurut UU adalah partai yang mampu meraih 20 kursi  DPR atau mampu meraih 25 % suara secara nasional. Persyaratan ini mutlak dan didapat dari hasil pemilihan umum yang akan datang.

Pemilihan umum belum berlangsung, masih lama lagi, jangankan untuk menentukan hasilnya, proses kearah penyelenggaraan pemilu itu sendiri baru pada tahap awal, yakni penentuan nomor urut partai peserta pemilu dan pengajuan nama calon anggota legislatif. Sementara itu PD sudah melompat ke persoalan nama calon presiden, seolah-olah partai yang dipimpin oleh SBY ini berkeyakinan penuh bakal memperoleh suara diatas 25 % secara nasional dalam pemilu yang akan datang.

Atau sebaliknya Partai Demokrat merasa cemas akan kondisi partainya saat ini, dimana kepercayaan publik terhadap partai terus merosot dan elektabiltas partai makin melorot kebawah, maka diselenggarakanlah  konvensi pemilihan calon presiden sebagai sebuah upaya untuk meningkatkan elektabilitas partai.

Diharapkan konvensi ini nantinya bakal diiukuti oleh berbagai kalangan dan tokoh yang sudah punya nama dan dikenal luas ditengah masyarakat. Nama-nama seperti Mahfud MD, Anis Baswedan dan Jokowi diupayakan  untuk mengikuti Konvensi ini. Kehadiran mereka diyakini bakal mampu memulihkan kembali kepercayaan publik terhadap partai,  dan dengan sendirinya akan berdampak pada perolehan suara Partai dalam pemilu yang akan datang.

Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampau, begitulah kira-kira yang dimaksudkan oleh Partai yang sedang berkuasa ini, dan itu sah-sah saja, namun jika hasil konvensi ini jauh dari harapan publik bukan tidak mungkin kerja besar ini bakal menjadi batu sandungan bagi partai itu sendiri, jika itu yang terjadi, maka berlakulah seperti kata orang tua dahulu “Arang habis, besi binasa.”

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 5 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 5 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 6 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 9 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 9 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: