Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Zamzami Tanjung

Melihat berbagai sisi, menjadi berbagai sisi, merasa berbagai sisi, berharap bijak jadi teman abadi, visit selengkapnya

“Kudeta” Mesir di Indonesia

OPINI | 04 July 2013 | 17:43 Dibaca: 2486   Komentar: 10   0

Presiden Mesir Morsi, “dikudeta” oleh pihak militer Mesir karena tidak bisa menenangkan massa. Setelah pihak militer memberi peringatan agar Morsi menyelesaikan persoalan tersebut dalam waktu 48 jam. Namun Morsi tidak mau menerima intervensi militer dalam kehidupan bernegara di Mesir. “Kudeta” dilakukan pada Hari Rabu, tanggal 3 Juli 2013.

Pemberian Kutipan “Dikudeta” pada awal tulisan ini menunjukkan galau-nya penulis, apakah tindakkan dari Militer Mesir ini bisa disebut dengan kudeta, persis galaunya Amereka dengan Presiden Obama. Seperti dikutip dari jppn.com, bagi Amerika menentukan apakah aksi penggulingan Mohammed Mursi oleh militer Mesir dapat dianggap aksi kudeta atau tidak, ada kepentingan bagi AS untuk memberikan bantuan kepada pemerintah asing hasil kudeta terhadap pemimpin yang terpilih secara demokratis. Sementara di sisi lain, Mesir selama ini merupakan salah satu sekutu terkuat bagi negeri Paman Sam di wilayah jazirah Arab. Setiap tahunnya, AS memberikan bantuan sebesar USD 1,5 milliar kepada pemerintah Mesir. Sebagian besar bantuan masuk ke kantong angkatan bersenjata yang memang memegang peran penting, mengingat Mesir berbatasan langsung dengan wilayah-wilayah konflik seperti Israel, Palestina, Liberia dan Sudan.

Maka cerdaslah Militer Mesir. Agar tidak dikesankan sebagai kudeta militer, maka Komandan Kepala Angkatan Bersenjata Mesir Jenderal Abdel Fattah al-Sisi menunjuk Ketua Mahkamah Konstitusi Mesir sebagai Pejabat Presiden Sementra menjelang di gelar pemilihan umum. Aksi kudeta yang digerakkan oleh Kepala Angkatan Bersenjata Mesir Jenderal Abdel Fattah al-Sisi seperti direstui oleh berbagai elemen masyrakat Mesir diluar Kelompok Ikhwanu Muslim (IM). Intervensi militer seperti yang dilakukan oleh Militer Mesir tentu akan berhasil dengan mengajak tokoh-tokoh berpengaruh. Intervensi Militer seperti ini seperti mendapatkan restu dunia, karena kudeta yang dilakukan hanya untuk misi “pengamanan” dan tidak untuk membentuk Junta Militer yang identik dengan otoritarianisme.

Berbagai Rumor yang berkembang bahwa IM terlibat dalam pergerakan oposisi di Suriah yang berusaha mendongkel kekuasaan Presiden Bashar Al-Asad. Namun hal itu tentu peru diuji kembali. Naiknya Presiden Morsi ke Puncak tertinggi kekuasaan eksekutif Mesir tahun lalu telah membawa harapan bagi ekspansi IM keberbagai pelosok dunia tidak terkecuali Negara Indonesia. Kemenangan Morsi tahun lalu disambut dengan suka cita oleh kalangan tertentu di Indonesia, persis sama bangganya mereka dengan kepemimpinan Erdogan di Turki.
Di Indonesia terdapat sebuah gerakkan dan Partai yang mempunyai hubungan dan kaitan dengan Ideologi IM. Banyak yang mengaitkan partai atau gerakkan tersebut mempunya nafas Wahabi karena terdapat beberapa wajah Wahabi yang Tradisional radikal. Dibanding dengan Wahabi, IM jauh berbeda karena ada tradisi Moderen Progresif. Berdasarkan pengalaman penulis ketika berusaha untuk “mengintip” pergerakan dan partai ini dari dalam, maka literasi yang dipakai adalah literasi IM.

Bisa saja terdapat asimilasi antara “Wahabisme” dengan IM tersebut di Indonesia ini dalam tubuh partai/gerakan ini. Diperhatikan secara seksama memang kadang nampak wajah Moderen Progresifnya namun pada sisi lain nampak tradisional radikalnya. Jika dianalisa lebih dalam maka akan dapat dipahami bahwa partai dan gerakan dakwah tersebut memang dipengaruhi dua gerakan tersebut. Wahabi dibawa oleh Kaum tua, Faksi Keadilan yang kebanyakan jebolan Haramain (Mekkah dan Madinah). Sedangkan Pola IM dibawa oleh kaum muda, Faksi Sejahtera. Namun hal itu tentu tidak selamanya dikotakkan seperti itu, Mantan Ketua Partai/Gerakkan ini diketahui adalah jebolan Haramaini.

Ketika Presiden Morsi dengan identitas IM digulingkan, Apakah terdapat pengaruhnya pada Indonesia? bisa saja bisa mempunyai pengaruh namun bisa juga tidak. Bagi beberapa orang Indonesia yang menjadikan IM sebagai pedoman dan Idola, maka kejatuhan Morsi adalah pukulan Psikologis yang cukup memberikan dampak setelah di dalam negeri di bombardir dengan berbagai isyu dan bahkan sebahagian sudah menjadi kenyataan. Bagi kalangan ini bisa saja kejatuhan Morsi adalah upaya Konspirasi dari kaum Liberal, Yahudi dan Amerika. Mengatakan ini konsiprasi tentu tidak bisa dijawab sedemikian gamblang, “ya.. ini konspirasi!”, Konspirasi menurut penulis sesuatu yang tidak kasat mata yang harus dibuktikan terlebih dahulu. Indikasi Konspirasi Amerika “bisa saja” terjadi pada penggulingan Morsi. Karena seperti yang diberitakan jppn.com yang penulis kutipkan diatas pemerintah Mesir menerima bantuan Dari AS termasuk untuk Militer Mesir. Komunikasi Penulis dengan salah seorang pendukung Morsi ketika terpilihnya, menyebutkan bahwa oposisi didukung oleh asing seperti Amerika.

Bagi beberapa orang lain, kejatuhan Morsi mungkin dianggap sebagai suatu kemustian, dimana gelombang wacana demokratisasi arab sedang berlangsung dengan semarakknya di arab sono. Arab Spring yang melanda negara-negara arab belakangan ini telah menjatuhkan beberapa rezim ototarian. Turki ditargetkan sebagai bagian dari Arab Sring sejauh ini tidak terbukti, dimana pemerintahan Erdogan berhasil meredam kerusuhan massa. Bagi kalangan ini, intervensi bahkan konspirasipun halal demi terbentukknya wajah arab yang demokratis.

Bagi beberapa kalangan lainnya, menurut penulis akan berpandangan seperti ini, Masa bodo dengan “Kudeta” Mesir, bagus mikir perut sendiri disela susah mencari makan karena BBM baru saja Naik. Bagi kalangan ini, jika BBM naik itu adalah bencana. Mereka tidak peduli Konspirasi atau intervensi. Tapi hati-hati kalangan seperti ini, memang sepertinya tidak intelektual banget seperti orang indonesia yang pro atau kontra dengan “Kudeta” Mesir. Jika perut mereka dibiarkan lapar, maka mereka akan bergerak tanpa bantuan Militer sekalipun untuk menggulingkan pemerintahan karena tidak bisa menjamin perut mereka. Nah Loh??

Tags: mursitumbang

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Keputusan KPU Tetapkan Jokowi-JK sebagai …

Yusril Ihza Mahendr... | | 23 July 2014 | 14:21

Kado Hari Anak; Berburu Mainan Tradisional …

Arif L Hakim | | 23 July 2014 | 08:50

Stop! Jadi Orangtua Egois (Mari Selamatkan …

Siska Destiana | | 23 July 2014 | 12:36

Penting Gak Penting Ikut Asuransi Kebakaran …

Find Leilla | | 23 July 2014 | 11:53

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 6 jam lalu

Seberapa Penting Anu Ahmad Dhani buat Anda? …

Robert O. Aruan | 6 jam lalu

Sampai 90 Hari Kedepan Belum Ada Presiden RI …

Thamrin Dahlan | 10 jam lalu

Membaca Efek Keputusan Prabowo …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

Prabowo Lebih Mampu Atasi Kemacetan Jakarta …

Mercy | 19 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: