Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Wahyu Hidayanto

Wong Ndeso, Wong Cilik, Rakyat Jelata yang Rindu Terwujudnya Keadilan

Siapa yang Paling Rindu Rezim Orba?

OPINI | 27 June 2013 | 09:39 Dibaca: 801   Komentar: 23   3

Entah siapa yang pertama membuat gambar pak Harto dan tulisan “Piye Kabare Le? Isih Kepenak Jamanku To?”. Kapan mulainya saya juga tidak tahu. Gambar dan tulisan tersebut sudah tersebar dimana-mana, dibak truk, stiker-stiker yang tertempel dibanyak tempat bahkan sekarang sudah banyak yang membuat kaos bergambar dan tulisan tersebut. Gambar dan tulisan tersebut juga sudah ada di baliho-baliho yang dipasang dipinggir jalan, bahkan baliho salah satu partai dan caleg juga mencantumkan gambar dan tulisan tersebut.

Kira-kira apa tujuan dari pembuatan gambar dan tulisan tersebut? Sudah dibuat mahal pasti mempunyai tujuan tertentu. Ada yang mengatakan tujuan diadakannya gambar dan tulisan tersebut untuk menggambarkan kerinduan masa-masa kepemimpinan pak Harto yang aman. Ada juga yang mengatakan sebagai kritik terhadap pemimpin era reformasi. Ada juga yang mengatakan itu untuk propaganda atau kampanye salah satu partai politik.

Apapun tujuannya, sekarang sepertinya sudah banyak yang ingin memanfaatkan gambar dan tulisan tersebut. Untuk mengkritisi kepemimpinan pak SBY, apalagi terkait kenaikkan harga BBM. Untuk membandingkan masa pak Harto dan masa pak SBY. Pak Harto memimpin selama 32 tahun, beliau menaikkan harga BBM sebanyak tiga kali. Sedangkan pak SBY yang memimpin selama 10 tahun sudah menaikkan harga BBM sebanyak empat kali, tapi prestasinya beliau sudah menurunkan harga BBM sebanyak tiga kali.

Masa kepemimpinan pak Harto kondisinya juga aman dan nyaman. Tidak ada istilahnya teroris, perang antar etnis, kekerasan atas nama agama, semua mampu beliau redam. Berbeda dengan masa kepemimpinan pak SBY, teroris dimana-mana yang sewaktu-waktu melakukan pengeboman. Aksi kekerasan atas nama agama juga sering muncul. Kalau masa pak Harto KKN merebak, masa pak SBY juga tidak jauh berbeda, korupsi juga terjadi dimana-mana dari tingkat RT sampai pemerintahan pusat. Kasus hambalang, kasus century dan kasus lainnya yang sampai sekarang tak kunjung usai. Pemerintah malah sibuk membuat pengalihan isu terus.

Kira-kira benar tudak rezim orba itu masih dirindukan? Kalau benar masih dirindukan, siapa yang paling merindukan? Apakah rakyat miskin yang merindukan? Apakah para aktivis juga merindukan? Apakah para wartawan dan pers juga merindukan? Apakah para teroris juga merindukan? Apakah para koruptor juga merindukan? Apakah para PNS juga merindukan? Atau malah para elit salah satu partai yang paling merindukan masa-masa orde baru?

Rakyat miskin mungkin sebagian merindukan masa-masa orba, apalagi sekarang BBM mahal jika dibandingkan dengan masa sekarang. Kalau aktivis jelas tidak ada yang merindukan masa-masa orba, pasalnya dulu banyak aktivis yang diculik karena kekritisannnya. Kalau cuma diculik terus diasingkan atau dipenjara sih tidak apa-apa, tapi masalahnya banyak yang langsung di dor oleh penembak misterius. Para wartawan dan pers mustahil kalau mereka merindukan, soalnya masa orba kan banyak pers yang dibredel karena terlalu kritis terhadap penguasa. Kalau masa sekarang pers dan media tidak dibredel, tapi malah sering dimanfaatkan oleh elit politik untuk menghantam lawan politiknya. Sering dipakai oleh pemerintah untuk menghancurkan lawan politiknya.

Kalau para teroris tidak merindukan keduanya, kalau dulu ada penembak misterius kini ada densus 88. Jadi semuanya itu membuat para teroris tidak merinduka masa pak Harto dan tidak suka dengan masa pak SBY. Para koruptor mungkin sedikit merindukan masa orba, karena dulu belum ada KPK. KKN masih bebas dimana-mana, tapi sekarang sudah ada KPK, akan diusut tuntas sampai ke istri-istrinya. Tapi ayang aneh KPK garangnya cuma untuk kasus-kasus yang kecil, untuk pelaku yang kelas teri. Kalau kasus yang besar dan pelaku yang kelas kakap, nanti dulu, pikir-pikr dulu, nunggu semprit dari penguasa.

Para PNS kira-kira rindu tidak ya dengan masa orba? Biarlah para PNS yang menjawab. Kalau petani kayaknya masih merindukan masa-masa pak Harto, soalnya dulu kebutuhan pangan tidak tergantung dari impor. Malah pernah swasembada pangan. Kalau para kompasianer jelas lebih memilih masa sekarang, soalnya mau menulis apapun tidak pernah ada yang menciduk. Kalau zaman orba, mengkritisi pemerintah sudah siap-siap untuk dibui bahkan ditembak mati. Walaupun sekarang kalau ada yang menulis kritik terhadap pemerintah ada yang membela mati-matian. Tapi tidak terlalu menakutkan, toh hanya beberapa orang saja.

Terus siapa yang paling merindukan masa rezim orba? Apa benar ada elit partai atau malah partai tertentu yang merindukan rezim orba? Kalau memang benar, apakah mereka bisa disebut pendompleng masa reformasi sekarang? Pendompleng yang hanya menyebarkan bibit-bibit orba yang bisa mengotori masa reformasi. Malah sepertinya ada upaya untuk mengembalikan ke masa orba dengan memanfaatkan gambar pak Harto dan tulisan “Piye Kabare Le? Isih Penak Jamanku To? Partai manakah yang memanfaatkan fenomena menarik tersebut? Yang jelas saya sudah pernah melihat gambar dan tulisan tersebut dibaliho salah satu caleg dari partai beringin karya. Semoga saya tidak salah lihat.

Sukoharjo, 27 Juni 2013

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada Apa di Papua? …

Petrus Pit Supardi ... | | 20 August 2014 | 06:12

Heritage Kereta Api, Memadukan Bisnis …

Akhmad Sujadi | | 20 August 2014 | 08:31

Berbagi Tanaman, Bisa Dijadikan Budaya …

Majawati Oen | | 20 August 2014 | 09:14

Jangan Kau Kira Menulis Itu Gampang, Kawan …

Pebriano Bagindo | | 20 August 2014 | 08:34

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Di Balik Beningnya Kolang-kaling …

Hastira | 4 jam lalu

Menebak Putusan Akhir MK di Judgment Day …

Jusman Dalle | 5 jam lalu

Massa ke MK, Dukungan atau Tekanan Politis? …

Herulono Murtopo | 6 jam lalu

Sadarkah Anda Telah Mem-bully Anak Anda …

Seneng Utami | 6 jam lalu

Memprediksi Kepemimpinan Berdasarkan …

Rahman T. Hakim | 7 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: