Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Jako Tingkir

Penikmat musik yang suka segala jenis musik mulai dari dangdut, pop, rock n roll, jazz, selengkapnya

PKS, Hikmah dalam Prahara

OPINI | 30 May 2013 | 09:35 Dibaca: 840   Komentar: 39   13

Saya bukanlah PKS hater maupun PKS lover. Terus terang Pemilu yang lalu saya memilih partai yang gambarnya putih dengan latar belakang putih. Namun sebagai seorang muslim, saya ingin sedikit memberi masukan kepada saudara-saudara saya di PKS dalam memandang prahara yang saat ini sedang menerpa partainya.

Ada hikmah dan ibroh dari setiap kejadian, apapun kejadian itu, walaupun itu selembar daun yang terjatuh dari sebuah pohon. Tidak terkecuali kasus yang menimpa PKS. Saya tidak sedang mencoba menggurui namun saya hanya sedang mencoba menangkap hikmah-hikmah dibalik setiap musibah.

Ada beberpa hikmah yang bisa kita ambil pelajaran dari prahara PKS. Sebelumnya saya mohon maaf jika ini mungkin akan ada yang tersinggung.

1. Pembersihan elit partai.

Sebenarnya PKS sedikit banyak telah diuntungkan dengan diobok-oboknya partai tersebut oleh KPK. Karena dengan demikian PKS mendapatkan kesempatan untuk bersih-bersih partai secara gratis tanpa perlu mengundang konsultan independen yang tarifnya selangit.  Apalagi kalo konsultan luar negeri. Bisa dua langit tarifnya. Saya tidak bermaksud menuduh bahwa PKS tidak bersih, karena memang sepertinya hampir semua partai politik itu kena kotoran politik. Minimal kecipratanlah.

Nah dengan masuknya “konsultan” yang bernama KPK, seharusnya PKS senang dan gembira karena dengan dibedah luar dan dalam tubuh PKS, Insya Allah PKS akan menjadi partai yang sehat kembali. Nanti setelah selesai dibersihkan KPK, bolehlah dengan bangga PKS bikin spanduk “Telah diaudit KPK dengan opini Wajar Tanpa Korupsi”

2. Banyak mendapat nasihat dan kritik membangun

Ditengah deraan hujatan dan celaan, sebenarnya PKS banyak sekali mendapatkan masukan berharga. Baik itu dari Lover, Simpatisan dan Hatersnya. Malah menurut saya pribadi, hater dalam tingkatan tertentu justru banyak memberikan masukan yang positif dan membangun untuk PKS. Karena pujian itu sebenarnya lebih berbahaya ketimbang hujatan. Kini tinggal bagaimana para kader PKS menyikapi dan mengambil sari pati dari setiap hujatan yang dilayangkan kepada mereka. Be Positif.

3. Promosi dan kampanye gratis

Bad publicity is good publicity. Terkadang publisitas yang burukpun adalah sebuah promosi yang bagus. Itu banyak terbukti di dunia pemasaran maupun didunia politik itu sendiri, walaupun tidak selalu ya.  Kita lihatlah sisi positif dari prahara ini. Contohnya saya. Saya yang tadinya milih partai berbendera putih, sekarang mulai terusik dengan begitu banyaknya pemberitaan PKS. Saya mulai melihat-lihat apa dan siapa sih PKS kok sampai kesannya digembosi begitu hebatnya. Walaupun akhirnya belum tentu milih juga. Tapi orang yang seperti saya jumlahnya ada puluhan juta di Indonesia. Jadi PKS lagi-lagi harus bersyukur dan berterima kasih kepada KPK yang telah mempromosikan secara gratis partainya sehingga bisa menghemat dana partai untuk keperluan yang lebih maslahat.

4. Instropeksi partai

Ini juga sangat penting untuk PKS. Mungkin ngga hanya PKS saja ya tapi juga untuk semua partai politik. Sebenarnya apa tujuan hakiki dibentuknya partai. Ya tentunya untuk memperjuangkan kepentingan rakyat kan? Dalam hal ini mungkin kalau untuk PKS yang menyuarakan partai Dakwah ya mungkin untuk memperjuangkan kepentingan rakyat yang muslim atau kalo memang sudah menjadi partai ideologi terbuka berarti untuk memperjuangkan rakyat. Nah dengan prahara ini, tentunya PKS bisa dengan lebih jernih menilai dan mengevaluasi, sudah sejauh mana misi dan visi partai terpenuhi. Visi dan misi ini tentunya sesuai dengan yang dicanangkan oleh para pendiri terdahulu. Saya ngga tahu ya kalo ternyata memang visi dan misi PKS mengalami perubahan di perjalanan. Wong namanya juga politik ya. Ini juga bisa sekaligus menjadi bahan untuk menilai kembali kekuatan visi dan misi yang sekarang ini diusung oleh PKS. Apakah perlu di modifikasi atau malah perlu diganti atau malah seharusnya kembali ke khittahnya?

5. Makin terbuka kawan yang baik dan yang tidak dan musuh yang baik dan yang tidak

Katanya dalam dunia politik itu tidak ada kawan dan musuh yang abadi. Prahara di PKS ini juga bisa menjadi acuan untuk PKS kedepannya dalam menilai mana kawan yang benar-benar kawan, atau kawan yang karena kepentingan, atau kawan yang hanya ikut-ikutan menjadi kawan. PKS juga bisa melihat mana yang musuh beneran, mana musuh yang pura-pura padahal sebenarnya kawan, mana yang musuh yang lihat-lihat kesempatan.

Kawan dan musuh dalam jargon politik diatas sebenarnya harus diambil juga sisi positifnya. Artinya bahwa semua bisa berpotensi menjadi kawan yang baik atau juga bisa berpotensi menjadi musuh yang jahat. Tinggal tergantung dari strategi PKS apakah ingin menjadikan semua sebagai kawan atau musuh. Karena di politik kawan adalah musuh dan musuh adalah kawan. Bingung kan. Sama….

6. Hidup sederhana ala Nabi dan  hati hati fitnah dunia

1400 tahun yang lalu, nabi sudah mewanti-wanti mengenai fitnah harta dunia.

“…… demi Allah bukanlah kefakiran yang paling aku takutkan padamu tetapi aku takut dibukanya dunia untukmu sebagaimana telah dibuka bagi orang-orang sebelummu dan kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba, dan akan menghancurkanmu sebagaimana telah menghancurkan mereka”

Saya rasa ngga perlu dijelaskan lagi ya karena saya bukan pakarnya. Tak bisa dipungkiri bahwa PKS yang sekarang tidak seperti PKS yang dulu. PKS yang saya tahu adalah para pejuang politik yang hidup sederhana. Tidak memperlihatkan kekayaan walaupun mereka berpunya. Karena masih banyak rakyat yang hidup sengsara. Semua daya dan upaya, jiwa dan harta seyogyanya diperuntukan bagi kemakmuran rakyat. Itulah sejatinya pemimpin bangsa. Jangan kita bisa tidur nyenyak sementara tetangga kita mengerang kelaparan. Jangan kita bisa bermobil mewah sementara diluar sana ribuan orang papa bergelut dengan kemiskinan hidup. Hidup sederhana itu yang terbaik buat para pemimpin bangsa.

Semoga apa yang saya tulis bisa menjadi manfaat bukan hanya buat PKS, namun buat seluruh yang membaca dan terutama buat saya sendiri. Tetap berpikir positif dan percayalah Allah sudah mengatur dan mentakdirkan semua sesuai dengan ketentuan-Nya. Tak ada yang dapat merubah ketentuan itu. Saya yakin teman-teman PKS tahu itu. Tetap berjuang tetap istiqomah dalam perjuangan. Dan tolong bikin saya jangan jadi golput lagi. Wassalam

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haru Jokowi-JK di Kapal Phinisi …

Yusran Darmawan | | 25 July 2014 | 10:00

Terimakasih BPJS …

Guntur Cahyono | | 25 July 2014 | 06:54

Anonim atau Pseudonim? …

Nararya | | 25 July 2014 | 01:41

9 Tips Meninggalkan Rumah Saat Mudik …

Dzulfikar | | 24 July 2014 | 22:48

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: