Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Andri 24id

sering menulis

Berita ‘Darin Hamil’ Menguntungkan PKS

OPINI | 30 May 2013 | 08:54 Dibaca: 2782   Komentar: 12   1

Artikel tentang Darin Hamil menjadi trending topic di kompasiana. Sekarang mari kita lihat bagaimana ‘kehamilannya’ itu. Juga dengan berbagai isu busuk tentang PKS lainnya.

Apa dampak dari tersebarnya berita dengan masiv? Berita itu pun akan merebak ke mana-mana. Soal konten berita itu positif atau negatif, itu tidak jadi soal. Karena penerima berita juga punya filter soal itu. Sehingga soal konten itu ada lagi tahapan menilai informasi dari para receiver. Jadi antara konten berita (pembusukan atau propaganda) dan penyebaran berita, itu adalah dua sisi yang berbeda.

Padahal daya sebar itu mahal, teramat mahal. Bagaimana perusahaan-perusahaan besar menggelontorkan milyaran sampai trilyunan untuk konsisten beriklan di TV atau media lainnya. Hanya untuk meng-cover area publik dengan berita tentang dia. Atau bahkan menyekap mata perhatian publik hanya kepada dia. Proses menyekap publik ini baru satu langkah meraih dominasi perhatian publik.

Langkah kedua adalah proses internalisasi berita itu ke dalam diri setiap penerima. Di sini juga akan terjadi proses yang lebih rumit terkait kompleksitas dan perbedaan latar belakang penerima berita. Kita lihat pada kasus Ariel, semua penerima berita menerima konten berita yang sama. Tapi ada pihak yang memandang negatif dan menjatuhkan Ariel. Namun ada juga pihak yang mengambil posisi mengangkat Ariel.

Bila kita memerlukan bukti otentik tentang kaidah yang saya paparkan di atas, mari kita lihat sebuah fakta sejarah yang sudah bisa membuktikan kasus tentang penyebaran opini ini.

Ketika tidak ada lagi cara membendung dakwah Muhammad saw, kafir Quraiys menyebarkan opini busuk ke segenap penjuru. Hampir tidak ada ruang dan wilayah selain menerima berita pembusukan tentang Muhammad saw. Maka diperkirakan akan terbentuk stigma negatif kepada Muhammad saw sehingga diperhitungkan masyarakat tidak akan terpengaruh dakwah beliau. Jangankan menerima dakwah beliau mungkin mau tahu saja tidak, karena publik menjadi benci.

Ternyata tidak, pembusukan itu malah membuat publik secara umum menjadi lebih penasaran. Kepenasaran itu malah membuat mereka menoleh dan memberi perhatian, ada apa? Apa iya? Emangnya siapa Muhammad saw? dst. Rasa penasaran yang semakin membesar membuat mereka menyempatkan diri mengklarifikasi. Di saat itulah beliau menjelaskan.

Jadi terjadi perubahan cara merain dominasi publik dari menyebarkan secara pro-aktif atau dengan menawarkan, menjadi merespon dan menjawab. LUAR BIASAKAN?

Inilah yang menjadi langkah merebaknya kerja Muhammad saw. sehingga yang terjadi mereka malah menjadi penasaran dan mengklarifikasi. Dengan demikian menyebarlah dakwah dan semakin tidak terbendung lagilah kebaikan dakwah itu jauh lebih luas daripada yang bisa Rasulullah kerjakan.

Buat para kader PKS, pintu komunikasi dengan warga sudah terbuka. Mari persiapkan era baru dari geliat masyarakat yang menjadi lebih memperhatikan dan membuka komunikasi dengan mereka. Beritakan tentang segala kebaikan yang telah kita kerjakan dan akan terus kita kerjakan. Sampai mereka mengerti, bahwa mereka lebih kita cintai dari diri kita sendiri.

Belum apa-apa dan masih di forum ini sudah terjadi seperti ini. Belum lagi informasi-informasi faktual di lapangan. Nanti kita sampaikan lagi di forum ini. Salam buat semua para pemerhati politik yang positif.

http://politik.kompasiana.com/2013/05/29/hasil-polling-parpol-pilihan-warga-kompasiana-pks-masih-teratas-564354.html

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kuliner: Dari Mesir ke Yordania Bersama …

Andre Jayaprana | | 20 September 2014 | 18:49

Kompasiana - Yamaha Nangkring Heboh …

Rahmat Hadi | | 20 September 2014 | 21:49

Asian Games 2018, tantangan bagi Presiden …

Muhamad Kamaluddin | | 21 September 2014 | 04:34

Bingung Mau Buka Usaha Apa? Ini Caranya …

Yos Asmat Saputra | | 21 September 2014 | 06:39

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 5 jam lalu

Setelah Ahok, Prabowo Ditinggal PPP dan PAN, …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

MK Setuju Sikap Gerindra yang Akan …

Galaxi2014 | 8 jam lalu

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 20 jam lalu

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 20 September 2014 13:00


HIGHLIGHT

Pemberian Itu Bahasa Kasih …

Roy Soselisa | 7 jam lalu

Dosa Sarjana Ilmu Komunikasi (Media) …

Yons Achmad | 8 jam lalu

Jokowi: Pendidikan, Riset, dan Intelejen …

Ay_satriya Tinarbuk... | 8 jam lalu

Menggadaikan Wakil Rakyat …

Yustinus Sapto Hard... | 8 jam lalu

Keadilan untuk Orang Miskin vs Keadilan …

Jubir Darsun | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: