Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Andri 24id

sering menulis

Berita ‘Darin Hamil’ Menguntungkan PKS

OPINI | 30 May 2013 | 08:54 Dibaca: 2777   Komentar: 12   1

Artikel tentang Darin Hamil menjadi trending topic di kompasiana. Sekarang mari kita lihat bagaimana ‘kehamilannya’ itu. Juga dengan berbagai isu busuk tentang PKS lainnya.

Apa dampak dari tersebarnya berita dengan masiv? Berita itu pun akan merebak ke mana-mana. Soal konten berita itu positif atau negatif, itu tidak jadi soal. Karena penerima berita juga punya filter soal itu. Sehingga soal konten itu ada lagi tahapan menilai informasi dari para receiver. Jadi antara konten berita (pembusukan atau propaganda) dan penyebaran berita, itu adalah dua sisi yang berbeda.

Padahal daya sebar itu mahal, teramat mahal. Bagaimana perusahaan-perusahaan besar menggelontorkan milyaran sampai trilyunan untuk konsisten beriklan di TV atau media lainnya. Hanya untuk meng-cover area publik dengan berita tentang dia. Atau bahkan menyekap mata perhatian publik hanya kepada dia. Proses menyekap publik ini baru satu langkah meraih dominasi perhatian publik.

Langkah kedua adalah proses internalisasi berita itu ke dalam diri setiap penerima. Di sini juga akan terjadi proses yang lebih rumit terkait kompleksitas dan perbedaan latar belakang penerima berita. Kita lihat pada kasus Ariel, semua penerima berita menerima konten berita yang sama. Tapi ada pihak yang memandang negatif dan menjatuhkan Ariel. Namun ada juga pihak yang mengambil posisi mengangkat Ariel.

Bila kita memerlukan bukti otentik tentang kaidah yang saya paparkan di atas, mari kita lihat sebuah fakta sejarah yang sudah bisa membuktikan kasus tentang penyebaran opini ini.

Ketika tidak ada lagi cara membendung dakwah Muhammad saw, kafir Quraiys menyebarkan opini busuk ke segenap penjuru. Hampir tidak ada ruang dan wilayah selain menerima berita pembusukan tentang Muhammad saw. Maka diperkirakan akan terbentuk stigma negatif kepada Muhammad saw sehingga diperhitungkan masyarakat tidak akan terpengaruh dakwah beliau. Jangankan menerima dakwah beliau mungkin mau tahu saja tidak, karena publik menjadi benci.

Ternyata tidak, pembusukan itu malah membuat publik secara umum menjadi lebih penasaran. Kepenasaran itu malah membuat mereka menoleh dan memberi perhatian, ada apa? Apa iya? Emangnya siapa Muhammad saw? dst. Rasa penasaran yang semakin membesar membuat mereka menyempatkan diri mengklarifikasi. Di saat itulah beliau menjelaskan.

Jadi terjadi perubahan cara merain dominasi publik dari menyebarkan secara pro-aktif atau dengan menawarkan, menjadi merespon dan menjawab. LUAR BIASAKAN?

Inilah yang menjadi langkah merebaknya kerja Muhammad saw. sehingga yang terjadi mereka malah menjadi penasaran dan mengklarifikasi. Dengan demikian menyebarlah dakwah dan semakin tidak terbendung lagilah kebaikan dakwah itu jauh lebih luas daripada yang bisa Rasulullah kerjakan.

Buat para kader PKS, pintu komunikasi dengan warga sudah terbuka. Mari persiapkan era baru dari geliat masyarakat yang menjadi lebih memperhatikan dan membuka komunikasi dengan mereka. Beritakan tentang segala kebaikan yang telah kita kerjakan dan akan terus kita kerjakan. Sampai mereka mengerti, bahwa mereka lebih kita cintai dari diri kita sendiri.

Belum apa-apa dan masih di forum ini sudah terjadi seperti ini. Belum lagi informasi-informasi faktual di lapangan. Nanti kita sampaikan lagi di forum ini. Salam buat semua para pemerhati politik yang positif.

http://politik.kompasiana.com/2013/05/29/hasil-polling-parpol-pilihan-warga-kompasiana-pks-masih-teratas-564354.html

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menebar Rimpang Jahe Menuai Rupiah Sebuah …

Singgih Swasono | | 16 April 2014 | 09:28

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 8 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 10 jam lalu

ILC dan Rakyat yang Mata Duitan …

Jonny Hutahaean | 10 jam lalu

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: