Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Fajar Muhammad Hasan

Petualang yang mencari kebenaran *twitter @fajarmhasan

PKS Sudah Masuk 3 Besar

OPINI | 21 March 2013 | 16:29 Dibaca: 1664   Komentar: 15   9

Hasil PKS masuk 3 Besar

Sumber: PKS masuk 3 Besar

Sumber: Perolehan suara survey dan proyeksi 2014

Jurnal Bogor memuat survey dari lembaga survey Rakyat Research and Consulting (RRC). Survey dilakukan dalam kurun waktu 10-15 Maret 2013 terhadap 1.400 responden di 33 Provinsi. Survey dilakukaan dengan metode multitage random sampling.

Tempat yang disurvey 33 provinsi, artinya RRC berasumsi ada perbedaan elektabilitas partai2 di tiap provinsi. Asumsi itu memang sesuai dengan kenyataan yang berlaku. Metode yang dipakai adalah metode multistage random sampling. Metode ini memang cukup debatable. Anggapan bahwa perbedaan kabupaten/kota dalam suatu propinsi tidak mempengaruhi suara partai2 memang riskan terhadap kritik. Namun demikian jika data ini benar, masih bisa dipakai dan kalaupun berbeda hanya dalam masalah akurasinya. Jika RRC menetapkan tingkat kesalahan pada 2,7% artinya bisa jadi membesar menjadi 5%.

Apa pelajaran yang bisa diambil PKS ?Pertama, tentu saja bersyukur karena kerja keras selama ini sudah ada hasil yang menggembirakan. Namun demikian adalah terlalu dini untuk bergembira dan dipakai sebagai gambaran 2014. Kalau menggunakan hitung-hitungan, PKS paling apes masih dapat 8-9% suara. Posisi itu jauh dari kata lumayan karena sangat berpotensi untuk menyodok ke peringkat yang lebih tinggi.

Kedua, Seharusnya keadaan itu menjadi motivasi bagi kader untuk terus berusaha, naik, naik, naik. Karena survey ini bukan hasil final. Ada kemungkinan turun karena penggembosan atau sebab2 lain. Ibarat berlayar dilautan, masa tenang itu hanya ada diantara dua gelombang yang mengguncang perahu. Dalam suatu kontestasi seperti pemilu ini sungguh sangat wajar jika partai2 diluar PKS tetap bekerja dan berusaha untuk menaikkan elektabilitas yang mungkin saja menggerus suara yang sekarang dimiliki PKS. Kalau mereka tetap bekerja mengapa kader2 PKS tidak bekerja lebih keras dan cerdas ?

Ketiga, Masih ada 17,7% suara yang belum menentukan akan memilih partai apa. Artinya peluang untuk meninggikan perolehan masih terbuka lebar. Terbuka lebar ini bermakna tidak hanya kepada PKS tetapi juga terbuka lebar kepada semua partai yang mau memanfaatkan suara tanpa pemilik ini.  Semua kemungkinan masih terbuka, dan perlombaan masih sedang berjalan. Kader partai mana yang paling militan untuk terus bekerja dan bekerja menaikkan elektabilitas partainya dia akan mendapatkan share paling besar. Partai yang terus konsisten menjaga semangat dan stamina dalam menaikkan elektabilitas akan memperoleh keuntungan lebih besar.

Sebagai impian bisa saja dibayangkan suara yang masih 17,7% itu masuk PKS 8% karena PKS bekerja super keras tanpa berhenti mulai hari ini sampai menjelang pemilu. Maka 13,2+8=21% alias memasuki batas psikologis pemenang pemilu.

Yang belum menentukan masih banyak. Tunggu apa lagi ?

Terus semangat bekerja !!

Naik-naik-naik

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Inilah Reaksi Mahasiswa Australia untuk …

Tjiptadinata Effend... | | 20 October 2014 | 19:16

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

10 Tips untuk Komedian Pemula …

Odios Arminto | | 21 October 2014 | 01:11

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | 2 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 4 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 11 jam lalu

Indonesia Jadi Tuan Rumah Lagi di Piala AFF …

Djarwopapua | 12 jam lalu

BJ Habibie, Bernard, dan Iriana Bicara …

Opa Jappy | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: