Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Politik Kita

Independent Target

Konflik atau Kesejahteraan TNI-Polri, Pemerintah Dinilai Cuek

REP | 21 March 2013 | 07:32 Dibaca: 290   Komentar: 0   0

0a1aced1cc6ce85238f2a89abac76694

Menyusul bentrokan yang terjadi di Ogan Komering Ulu (OKU) antara anggota Polri dan TNI, pemerintah harus segera mengambil kebijakan terobosan untuk memperbaiki kesejahteraan prajurit TNI.

“Kenapa? Karena berbagai bentrok yang melibatkan oknum prajurit TNI dengan oknum aparat polisi juga dilatari oleh akumulasi kesenjangan dan kecemburuan sosial diantara mereka,” di katakan Lukas Kustaryo SSH Kandidat Presiden RI dari kalangan Pemuda dan Masyarakat Independen atau kini di kenal dengan LKS 4Presiden RI…

Dikatakan LKS 4Presiden RI, Jika sejak era reformasi yang ditandai pemisahan institusi Polri dan TNI dari ABRI, perhatian negara lebih besar terhada Polri ketimbang TNI. Hal ini tercermin dari minimnya anggaran bagi TNI.

“Alutsista TNI sudah usang dan tidak memadai lagi. Begitupun dari sisi sarana prasarana seperti kendaraan dan perumahan dinas yang sangat minim dan lamban proses peremajaannya,” tutur Lukas Kustaryo SSH Kandidat Presiden RI dari unsur Pemuda dan Masyarakat Independen atau kini di kenal dengan LKS 4Presiden RI…

Aspek kesejahteraan lain yang memprihatinkan, lanjut LKS 4Presiden RI, adalah penghasilan prajurit dari gaji dan tunjangan yang terbilang pas-pasan. Sementara salah satu tuntutan reformasi adalah TNI harus melepas semua bisnisnya.

Sementara di sisi yang lain, Polri justru dipersepsikan sebaliknya. Sarana prasarana serta penghasilannya jauh lebih baik.

“Kita bisa dengan mudah membandingkannya di lapangan. Kondisi ini yang salah satunya secara akumulatif membentuk persepsi kesenjangan dan kecemburuan antara TNI dan Polri,” ..

Parlemen pernah mengusulkan kepada Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI untuk menyusun rencana strategi pemenuhan kesejahteraan TNI meliputi sarana prasarana, fasilitas dan standar penghasilan prajurit.

“Tapi ini baru akan selesaikan satu dari sekian variabel yang latari kasus-kasus bentrok antara oknum prajurit TNI dengan oknum aparat polisi. Masih ada pekerjaan rumah lainnya,”..

Pecahnya konflik yang terjadi antara TNI dan Polri beberapa waktu lalu, membuktikan bahwa pemerintah gagal dalam mengurus persoalan bangsa.

“Saat ini juga, berbagai perstiwa terjadi dan pemerintah terlihat tak peduli. Sebut saja misalnya konflik TNI-Polri. Menilik semua peristiwa akhir-akhir ini, pemerintahan terpilih semestinya memang sudah harus mundur,”…. kemudian ada sejumlah elemen masyarakat berencana melakukan aksi damai bersama rakyat di wilayah masing-masing secara serempak pada 25 Maret 2013 mendatang sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah karena menilai pemerintah telah gagal melindungi kekayaaan alam, melindungi rakyat dari ketidakadilan, kemiskinan serta kekerasan yang belakangan marak terjadi.

“Untuk menyelamatkan Indonesia, rakyat wajib membentuk pemerintahan transisi guna merevolusi seluruh sistem dan UU yang telah dirusak, dan karena itulah pemerintahan harus mundur atau dimundurkan,”… Sebelumnya, puluhan anggota TNI dari Batalyon Armed membakar kantor Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Kamis 7 Maret lalu. Dalam peristiwa tersebut empat orang anggota polisi mengalami luka tusuk…

LKS 4Presiden RI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukungnya sehingga kelak dapat mewujudkan segala bentuk keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran yang merata sebagaimana di amanatkan UUD 1945, demikian LKS menutup pembicaraan ini saat melalui komunikasi BBM Voice Pin 2A485689 di Jakarta…

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 4 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 5 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 7 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 7 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Sayang Dijadikan Sebuah Alasan Untuk …

Fairusyifa Dara | 7 jam lalu

Semarak Pesta Rakyat Situ Bungur (Bingkai …

Agung Han | 8 jam lalu

Kenapa Lebih PD Dengan Bahasa Asing Dari …

Seneng | 8 jam lalu

Car Free Day Bukan Solusi …

Nitami Adistya Putr... | 9 jam lalu

ATM Susu …

Gaganawati | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: