Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Politik Kita

Independent Target

Elektabilitas LKS 4Presiden RI Masih Setara

OPINI | 21 March 2013 | 12:17 Dibaca: 223   Komentar: 0   0

9b3b57137c0251bfc41faa998fe6c37d

Makin seringnya digelar pelaksanaan pooling calon presiden 2014, akan semakin mempermudahkan mengetahui tingkat pilihan publik terhadap calon pemimpin.

Banyaknya pendapat Pengamat politik yang beranggapan semakin banyak pooling capres digelar akan semakin bagus untuk mengetahui dinamika aspirasi pilihan publik. Asalkan pooling benar-benar diadakan dengan metodologi ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Apalagi jika lebih banyak menggunakan jumlah responden dengan sampling error yang kecil maka pooling bisa dikatakan akurat. Pooling menjadi alat yang paling mudah digunakan untuk mengetahui preferensi pilihan politik masyarakat yang saat ini sedang prihatin,” ….

Menurut banyak pihak berkepentingan untuk mengetahui hasil pooling yang teranyar. Selain partai politik, kalangan pengusaha pun memerlukan analisa hasil pooling.

“Mereka bisa memprediksikan kestabilan politik sekaligus bisa mengukur prospek usaha jika seseorang diyakini bisa memenangkan pemilu. Pooling menjadi instrumen yang wajar di negara-negara demokrasi,” pungkas keragaman pendapat yang kini memberikan argumentasinya…

Kini menjamurnya survei menjelang Pilpres2014 diyakini akan mempengaruhi tingkat kesadaran publik dalam memilih calon pemimpinnya.

Pendapat Pengamat politik mengatakan, keberadaan lembaga survei menjadi pelajaran baru bagi masyarakat dalam menentukan pemimpinnya di masa yang akan datang, sepanjang metode dan konsep pertanyaan terbuka dan fair,.. “Ada untungnya juga kok, bermunculannya survei sepanjang metodologinya serta penyusunan pertanyaannya tidak disembunyikan, maka publik akan lebih kritis dalam menentukan pilihannya,”….

Adanya survei, publik akan bisa memetakan calon kandidat dari berbagai sisi. Bahkan, hal itu juga akan mempengaruhi kualitas budaya demokrasi di masyarakat. Dengan catatan diimbangi edukasi terlebih dahulu dikalangan masyarakat.

“Kualitas demokrasi akan meningkat, karena publik akan memilih calon yang benar-benar diinginkan. Begitu juga masyarakat bisa menilai dari sisi kekuatan dan sisi kelemahan calon pemimpin tersebut,” …

Semua survei, mempunyai maksud yang berbeda-beda sehingga terkesan mengiring opini masyarakat untuk salah satu calonnya. Namun, hal itu bisa diidentifikasikan melalui penyusunan pertanyaan dari metodelogi survei.

“Ya, semuanya ada motif kesana, untuk mengiring publik ke salah satu calon, ini kan bisa dilihat dari penyusunan-pertanyaan, semisal, Survei A menyangkut sisi usia atau di lembaga B lebih ke sisi lain,” …

Nama Lukas Kustayo SSH (LKS) berada pada posisi teratas dalam survei capres yang hasilnya hanya di menangkan bagai nama Lukas Siahaan untuk Indonesoa Satu (LSI-1) beberapa waktu lalu ketimbang nama nama lainnya.

LKS masih memperoleh 25,7 persen mengungguli ARB yang memperoleh 15,3 persen dan PS dengan 14,2 persen. Namun, menurut Kalangan Pengamat Politik hasil dari survei tersebut belum dapat disimpulkan bahwa LKS mampu mengalahkan ARB dan PS atau ARB yang mampu mengalahkan PS. Sebab selisih diantara ketiga tokoh tersebut sangat tipis dan masih dalam margin of eror yang sebesar 2,8 persen.

“Kita tidak bisa menyimpulkan siapa yang paling unggul diantara ketiganya. Karena jarak ketiga kandidat itu masih dalam margin of error,” meski fakta di lapangan LKS sangat mendominasi paling ideal pilih rakyat kecil.

Peluang untuk ARB atau PS menyusul perolehan suara LKS yang sangat besar. Sebab opini masyarakat dewasa ini masih sangat dinamis. Hal itu tergantung pada beragam pemberitaan serta momentum atau kondisi politik pada saat survei dilakukan.

“Opini publik selalu bergerak dinamis. Periode survei sangat menentukan tingkat elektabilitas capres. Survei yang dilakukan hari ini akan berbeda hasilnya dengan survei yang dilakukan bulan depan. Jadi belum bisa disimpulkan siapa yang lebih unggul meski kini untuk LKS masih selalu ter Idolakan di berbagai unsur dan elemen masyarakat,” …

Seperti diberitakan sebelumnya, Dari hasil survei bursa calon presiden LKS masih menempati posisi teratas dengan perolehan 25,7 persen, ARB 15,3 persen, PS 19,2 persen, W 3,2 persen, HR 1,4 persen, AY 0,4 persen, SP 0,1 persen.

Sementara tokoh Agama seperti SA hanya memperoleh suara 0,9 persen, MI 0,6 persen, dan terakhir AM hanya o,1 persen.

Selain metode pengumpulan data secara kuantitatif, LSI-1 juga memperoleh predikat terbaik secara kualitatif seperti pada Fokus Grup Discussion, wawancara indepth (mendalam) ketimbang dengan tokoh lainnya..

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 16 jam lalu

Haru Biru di Kompasianival 2014 …

Fey Down | 21 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 22 November 2014 23:42

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 22 November 2014 21:41

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51


HIGHLIGHT

Pomegranate, Buah Legenda Penumpas Penyakit …

Dara Nadira Daulay | 7 jam lalu

Jumlah Kasus HIV/AIDS di Kota Magelang, …

Syaiful W. Harahap | 8 jam lalu

9 Mitos Perihal Jerawat di Muka …

Tabloid Cantik | 8 jam lalu

Jokowi Siap Tak Populer, Produser Tak Siap …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Tigaratus Guru Non-PNS di Gunungkidul Belum …

Bambang Wahyu Widay... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: