Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Oooh KLB…

OPINI | 20 March 2013 | 16:17 Dibaca: 523   Komentar: 0   0

KLB untuk Semua Partai

Singkatan KLB biasanya dipakai untuk istilah epidemi sebuah wabah atau penyakit yang mematikan, misalnya KLB Demam Berdarah, KLB Chikungunya, KLB Lepra dan lain-lain. Untuk situasi itu pemerintah atau sebuah lembaga meletakkan kata KLB yang berarti Kejadian Luar Biasa.

Lalu apa hubungannya KLB dengan Partai Demokrat? Apakah ada epidemi penyakit mematikan yang beredar di Partai Demokrat, hingga di depan kata Partai Demokrat harus di letakkan KLB?

Tidak salah kiranya bila KLB kini diletakkan di depan kata Partai Demokrat, karena Ketua Umum Anas Urbaningrum sudah siap-siap akan dimasukkan ke dalam perawatan khusus KPK bersama Andi Malarangeng sang Menpora, menyusul Nazarudin sang Bendahara Umum, Angelina Sondakh sang Wakil Sekjen, Hartati Murdaya sang Anggota Dewan Pembina yang sudah menikmati nyamannya hotel prodeo.

Penyakit akut yang membuat Partai Demokrat adalah ‘korupsi berjamaah’, penular pertamanya adalah sang Bendum (Bendahara Umum) Nazarudin. Setiap kader Partai Demokrat yang berdekatan dengannya langsung ‘ketularan’. Bahkan akhir-akhir ini santer beredar berita dan fotocopy pemberian dana dalam uang dollar, yang mengindikasikan bahwa Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono pun tertular penyakit tersebut…

Partai-partai Koalisi seperti Golkar, PPP, PAN, PKB pun tak terkecuali tertular penyakit ‘korupsi berjamaah’. Apapun bisa dikorupsi, bahkan sampai pengadaan kitab suci Al-Qur’an pun tega-teganya dikorupsi.

KLB dari Iblis…

Iblis pun geleng-geleng kepala karena kagum melihat perilaku koruptor di negeri ini, bahkan Iblis sampai bilang ‘wow’ dan ‘koprol-koprol!!!’ Iblis pun sampai mengirimkan instruksi langsung ke semua anak cucunya bahwa untuk negeri Indonesia tidak perlu ‘menggoda’ para pemimpin dan aparat Indonesia untuk korupsi, tanpa digoda pun mereka sudah jalan dengan sendirinya, istilah kerennya ‘auto pilot’…

Saking kagumnya karena maraknya korupsi di Indonesia sudah merambah ke semua kalangan, baik eksekutif, legislatif dan yudikatif, Iblis pun membuat status di Blackberry, Facebook dan Twitter, begini bunyinya: “Indonesia KLB!” Tentu saja cucu-cucu Iblis bertanya: “Apa artinya Indonesia KLB Mbah?” Iblis menjawab: “Indonesia Korupsinya Luuuuuaaaarrrrr Biiiiaaaaasssaaaaa!”

KLB untuk Partai Demokrat

Melihat gelagat kader Partai Demokrat semakin banyak yang masuk daftar pemeriksaan KPK, SBY sebagai Ketua Dewan Pembina Periode 2010-2015, juga sebagai ex-officio Ketua Dewan Kehormatan dan juga sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat memberikan vaksin Pakta Integritas bagi semua kader agar Partai Demokrat terbebas dari penyakit tersebut.

Apalagi Anas Urbaningrum Ketua Umumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka, segera Partai Demokrat menggelar KLB pada 30-31 Maret 2013 di Bali, nah kalau yang ini artinya beda, bukan Kejadian Luar Biasa tapi Kongres Luar Biasa.

Berharap pengertian Kongres bukan berarti ‘Disokong Beres’, masih ingat Kongres Partai Demokrat di Bandung yang konon menggunakan sokongan dana dari Proyek Hambalang? Semoga Kongres Luar Biasa Partai Demokrat 30-31 Maret di Bali ini bersih dari sokongan dana tidak halal…’

KLB untuk KPK…

Seandainya saja KPK bisa bertindak cepat, tentu masih banyak kader partai politik yang tertular penyakit bawaan Nazarudin ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Beredar asumsi KPK seperti begitu ‘kagok’ untuk menindak kader-kader Partai Demokrat, ujung-ujungnya memang bisa menindak tapi lama sekali prosesnya, kalaupun ada yang ditangkap tapi tetap ada ‘perbedaan’ perlakuan.

KPK begitu tegas dan lugas bila menindak kader partai lain, terakhir kasus kuota daging sapi yang menyeret Presiden Partai Keadilan Sejahtera Lutfi Hasan Ishaq, KPK langsung menangkap dan menahannya, tapi lihat Andi Alfian Malarangeng, Anas Urbaningrum masih bebas berkeliaran dan beropini di media-media.

KPK tebang pilih? Juru bicara KPK Johan Budi seperti biasanya dengan lancar dan runut membela bahwa semua sudah ada protapnya, KPK beruntung punya juru bicara yang pandai ‘ngeles’ menyikapi perbedaan dalam penindakan, apakah KPK juga dilanda KLB? Oh iya KPK memang KLB, ‘Kewenangannya Luar Biasa’, tak ada satupun yang bisa merubahnya…

KLB kini bisa mempunyai banyak arti, bisa Kejadian Luar Biasa, bisa juga Korupsinya Luar Biasa hingga menjadi Kongres Luar Biasa. Negeri Indonesia adalah negeri akronim, begitu banyak akronim (singkatan) bahkan akronim yang sama bisa mempunyai arti yang berbeda… tergantung persepsi, tergantung tujuan dan asumsinya.

Ooohhh KLB…

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Indonesia VS Laos 5-1: Panggung Evan Dimas …

Palti Hutabarat | 4 jam lalu

Timnas Menang Besar ( Penyesalan Alfred …

Suci Handayani | 4 jam lalu

Terima Kasih Evan Dimas… …

Rusmin Sopian | 6 jam lalu

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 11 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Bipolar Itu ‘Istimewa’ …

Nur Rahmah Masda | 7 jam lalu

Ketika Cacat Kusta Turun ke Jalan …

Dyah Indira | 8 jam lalu

Sayin’ “I Love to Die” …

Rahmi Selviani | 8 jam lalu

SBY Mulai Iri Kepada Presiden Jokowi? …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Ratapan Bunga Ilalang …

Doni Bastian | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: