Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Nasaruddin Nino

nasaruddin adalah salah satu mahasiswa STAIN Sorong dipapua barat,

ANTARA PEMIMPIN DAN PENGUASA

REP | 20 March 2013 | 06:51 Dibaca: 279   Komentar: 0   0

Hampir 90% masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang berpikiran pragmatis dalam hal politik, kehidupan dunia demokrasi memaksa beberapa intelegensia mengangkat bicara tentang fenomenal yang ada dinegara ini. jika kita merenungkan tantang masa orde lama dan saat sekarang ini dimasa orde baru maka muncul berbagai perbedaan tajam dalam melihat tata pemerintahan.

Penerapan demokrasi bisa dikatakan membuat segolongan, sokelompok, terpetakan oleh kerasnya politik, lihat saja dalam persoalan pemilihan pemerintahan hampir menggunakan nama keluarga, organisasi dan material untuk menuju kekursi politik, yang kadang menggelikan bagaimana dengan mereka yang minoritas.

Sebenarnya saatnya indonesia melakukan reviuw prestasi dalam dunia politik, bisa dikatakan apakah kita diibaratkan boneka oleh salah satu negara tertentu atau apakah kita adalah software yang butuh diinstall, jawabanya ada pada rakyat Indonesia.

Dalam dunia modern selalu menempatkan pemimpin sebagai sosok yang mampu melakukan perubahan baik dari sisi ekonomi, hukum, politik,dan lain sebagainya, bahkan dengan pemimpin merupakan ujung tombak nadi rakyatnya, sebut saja caves, ahmadinejab, jk, dan pemimpin kecil ala jokowi. mereka adalah pemimpin bagi rakyatnya bukan penguasa bagi rakyatnya atau bukan penguasa bagi bawahanya.

Entah negara kita apakah pernah menganut budaya feodalisme atau apakah negara kita baru saja lepas dari penjajahan hingga kerap menjajah rakyatnya sendiri, ataukah mereka tidak sadar dengan kedudukanya. pemimpin adalah pekerja keras yang mampu merasakan penderitaan bawahanya suka-duka bawahanya serta kesuksesan bawahanya.

yang menjadi menggelikan bagi kita banyaknya pemimpin yang sebenarnya belum bisa tetapi inilah negara kita selalu menggunakan pendekatan emosional, spritual, melakukan segala cara demi sebuah kedudukan, akibatnya mereka bukanlah sosok sebagai pemimpin tetapi adalah penguasa yang bengis kerap menindas, tidak memiliki rasa hormat terhadap bawahanya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | | 31 October 2014 | 13:14

Soal Pem-bully Jokowi, Patutkah Dibela? …

Sahroha Lumbanraja | | 30 October 2014 | 20:35

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31

Hanya Kemendagri dan Kemenpu yang Memberi …

Rooy Salamony | | 31 October 2014 | 11:03

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 5 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 10 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Revolusi Mental, Mental Siapa yang Harus …

Kawar Brahmana | 7 jam lalu

Sedia Payung Sebelum Hujan dengan Asuransi …

Khairunisa Maslichu... | 7 jam lalu

Siap-siap Saja 5 atau 10 atau 15 Tahun Lagi …

Mawalu | 7 jam lalu

Kereta Api Indonesia Kian Aman dan Nyaman …

Sugeng Bralink | 7 jam lalu

Upaya Promotif dan Preventif Anak Tiri JKN …

Ninda Putriyanti Pa... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: