Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Mania Telo

@ManiaTelo : Mengamati kondisi sosial,politik & sejarah dari sejak tahun 1991

Kasus Tabrakan Dul: “…..?”

OPINI | 08 September 2013 | 16:58 Dibaca: 4472   Komentar: 10   10

Ahmad Abdul Qodir Jaelani dengan panggilan akrab “Dul” anak pemusik Ahmad Dhani dari isteri Maia Estianty yang masih berumur 13 tahun menjadi buah bibir hari ini,bukan karena kehebatannya bermain musik seperti orang tuanya,tetapi kecerobohan dirinya yang menyebabkan 6 orang meninggal dunia sia-sia ; Dengan usianya yang belum waktunya mengemudi mobil,si Dul telah nekad mengemudi mobil sedan Mitsubishi Lancer dini hari tadi dengan kecepatan tinggi di jalan tol Jagorawi. Sebagaimana yang disampaikan di berita,akibat kecepatan yang tinggi dan kehilangan kontrol,mobil si Dul berpindah jalur dan terjadilah tabrakan mengerikan dengan mobil yang melaju berlawanan arah dengan mobil si Dul.

Kejadian luar biasa ini tentu mengundang reaksi masyarakat yang marah karena anak dibawah umur melakukan perbuatan yang tidak patut dicontoh,terkesan sok pamer,dan terlebih orang tuanya diyakini mengetahui si Dul stir mobil bukan cuman kali ini saja dan dibiarkan…! Komentar yang muncul dari masyarakat kebanyakan mencaci-maki kelakuan Ahmad Dhani yang tidak bisa mendidik anaknya dengan kepatutan sehingga mengakibatkan kerugian yang tak terkira,yaitu nyawa manusia yang menjadi tulang punggung keluarga melayang sia-sia.

Kejadian serupa pernah terjadi pada 2 orang anak muda,yang orang tuanya juga sangat terkenal di negeri ini dan daerah dimana si anak ini bermukim ; Yang pertama adalah Rasyid Rajasa putra dari Menko Perekonomian Hatta Rajasa pada awal Tahun Baru 2013,dimana Rasyid terlibat kecelakaan maut di Tol Jagorawi hingga menewaskan dua orang. Kejadiannya juga mirip si Dul yaitu sebelumnya diketahui main ke rumah teman wanitanya untuk merayakan tahun baru,sedangkan si Dul pulang dari kencan malam minggunya. Rasyid sempat diadili namun kemudian bebas tanpa pernah ditahan.

Sedangkan yang kedua adalah Muhammad Dwigusta Cahya (18) pengendara Nissan Juke di Tol Purbaleunyi awal April 2013 yang lalu dan bertabrakan dengan Xenia dengan modus mirip si Dul,dimana mobilnya berpindah jalur. Akibat gaya mengemudinya yang ngebut dan kehilangan kontrol, Dwigusta menyebabkan 5 nyawa melayang sia-sia. Dwigusta adalah anak dari General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta, Agus Andriyanto. Pada saat proses pengadilan yang bersangkutan hanya dikenai tahanan kota,dan tanggal 5 September yang lalu hanya di vonis 1 tahun saja dengan menghilangkan nyawa 5 orang .

Melihat sepak terjang anak-anak muda dari orang terkenal di Indonesia,yang orang tuanya mempunyai “nama besar” sungguh menggiriskan hati,terlebih pihak kepolisian seperti mandul menghadapi “kenakalan” mereka ; Teringat ketika seorang teman mengalami kecelakaan tunggal dan mengakibatkan baby sitter atau pengasuh anaknya meninggal dunia,sebab ketika itu si pengasuh duduk di jok belakang dan terhimpit tiang listrik yang ditabraknya. Keluarga (isteri dan anak) yang saat itu sedang bersama satu mobil yang dikemudikannya selamat dan hanya luka ringan saja. Teman tersebut ditahan di sel tahanan sebuah Polres di Jakarta karena dianggap lalai mengemudikan kendaraan dan menyebabkan kematian orang lain. Urusan penyelesaian kekeluargaan dengan pihak keluarga si baby sitter tidak langsung serta merta mengeluarkan teman tersebut dari tahanan.

Keadilan yang semu telah diciptakan oleh Pihak Kepolisian dalam menangani perkara kecelakaan lalu lintas ; Melihat anak Hatta Rajasa yang bebas melengang,publik menganggap pengadilan tersebut penuh kontroversi dan langsung masyarakat pun bereaksi negatip dengan komentar yang membuat risih,antara lain mengatakan telinga penegak hukum itu tuli dan bisa jadi kantong mereka sudah terisi dengan uang damai….Demikian juga dengan Dwigusta yang hanya dikenai tahanan kota,membuat orang geleng-geleng kepala,”koq bisa….?”

Entah dengan kasus si Dul ini,mungkin saja semua penegak hukum dan Komnas Anak akan mengatakan,”masih kanak-kanak…dan tidak bisa diadili” ; Uang damai juga barangkali sudah disiapkan oleh Ahmad Dhani untuk keluarga korban agar anaknya bisa diampuni dan tidak dihukum atau ditahan di LP Anak-Anak….! Saat ini mata publik sedang melihat lagi bagaimana penegakan hukum di Indonesia begitu lemah dan keadilan sulit diperoleh untuk orang kecil. Hukum dikatakan adil hanya untuk orang kaya dan yang punya duit serta membebaskan mereka dari tuntutan “kejahatan” atau kelalaian mereka,sedangkan bagi si miskin jangan sekali-sekali pernah berbuat jahat atau lalai dan melanggar hukum…!

Barangkali dengan kejadian-kejadian kecelakaan lalu lintas yang “diijinkan” Tuhan terjadi sejak awal tahun 2013 hingga sekarang ini,bisa jadi Tuhan mau menguji Korps Kepolisian dan para penegak hukum Indonesia apakah berlaku adil atau tidak…Namun bila memang seperti itu jadinya,maka entah azab apalagi yang harus ditimpakan kepada Korps Kepolisian dan Para Penegak Hukum di Indonesia. Masyarakat hanya berdoa dan berteriak kepada Tuhan,semoga keluarga mereka (tetap) diberkati Tuhan….!

Referensi :

http://www.tempo.co/read/news/2013/09/09/214511502/3-Tabrakan-di-Tol-yang-Disorot-Publik-Tahun-Ini/1/2

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Prabowo Mundur dan Tolak Hasil Pilpres Tidak …

Yusril Ihza Mahendr... | | 22 July 2014 | 17:27

Timnas U-23 dan Prestasi di Asian Games …

Achmad Suwefi | | 22 July 2014 | 13:14

Inilah Pemenang Blog Competition …

Kompasiana | | 22 July 2014 | 15:18

Sindrom Mbak Hana & Mas Bram …

Ulfa Rahmatania | | 22 July 2014 | 14:24

Siku Sudut Unik Candi Dadi Tulungagung …

Siwi Sang | | 22 July 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Jokowi Beri 8 Milliar untuk Facebook! …

Tukang Marketing | 8 jam lalu

Selamat Datang Bapak Presiden Republik …

Ahmadi | 9 jam lalu

Perlukah THR untuk Para Asisten Rumah …

Yunita Sidauruk | 10 jam lalu

Jangan Keluar dari Pekerjaan karena Emosi …

Enny Soepardjono | 10 jam lalu

Catatan Tercecer Pasca Pilpres 2014 (8) …

Armin Mustamin Topu... | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: