Polhukam
Lihat Profil    Jadikan teman    Kirim Pesan
Pray, sejak 2002 menjadi purnawirawan. Mempunyai hobi menulis, khusus membuat ulasan intelijen dan politik. Sejak September 2008 menulis di Kompasiana. Pada 22 Oktober 2009,oleh Admin diangkat menjadi Bapak Publik Blog Kompasiana. "Old Soldier Never Die", itulah semboyan yg memberinya semangat di usia senja ini dalam menyumbangkan pemikiran yang sedikit diketahuinya. Harley, Golf dan Fitnes adalah kesukaannya dalam menjaga kebugaran dan stamina. Melalui Kompasiana, tulisannya "Intelijen Bertawaf" telah diterbitkan oleh Grasindo menjadi sebuah buku. Selamat bergabung kawan....
Menilai Ancaman dalam Kunjungan Presiden Obama
Prayitno Ramelan
|  6 Februari 2010  |  19:54
665
75
9 dari 11 Kompasianer menilai Aktual.

“Barry Kecil,” demikian panggilan akrab kepada Obama saat tinggal di Jakarta pada Tahun 1960-an. Tanpa dinyana dan diduga, Tuhan mentakdirkan si kecil Barry menjadi seorang presiden Amerika Serikat, negara super power dunia. Hebatnya Barry tidak melupakan dan masih faseh sedikit bahasa Indonesia. Dia selalu terkenang dan bangga dengan masa kecilnya di Menteng itu. Pemerintah AS secara resmi melalui juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa  Presiden Barrack Obama akan berkunjung ke Indonesia pada pertengahan bulan Maret 2010 atas undangan Presiden SBY.

Kedua belah pihak Indonesia dan Amerika menyatakan mereka merencanakan untuk menggunakan hubungan masa kanak-kanak Obama  untuk mempererat lagi hubungan penting Pasifik-Raya. “Lawatan ini merupakan bagian penting dari upaya terus-menerus presiden untuk memperluas dan memperkokoh persekutuan yang penting untuk memajukan keamanan dan kemakmuran kita,” kata jurubicara Gedung Putih Robert Gibbs. Selanjutnya Gibs menyatakan Obama akan meresmikan kemitraan komprehensif AS-Indonesia dalam kunjungan itu, yaitu memperdalam lagi hubungan antara kedua negara tersebut. Dalam lawatannya tersebut Presiden Obama akan mengajak Ibu Negara Michelle Obama dan dua putrinya Sasha dan Malia uttuk melihat tempat bersejarah saat dirinya menghabiskan masa kecilnya di Jakarta.

Staf kepresidenan AS pada awal Februari  telah melakukan survey ke-empat tempat yang diperkirakan akan dikunjungi Obama, yaitu SDN Menteng 01 Jakarta Pusat, Candi Borobudur Magelang, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Bengkel Lokomotif Kereta Api BalaiYasaYogyakarta.

Informasi diatas adalah hal yang biasa terjadi di Indonesia, kunjungan banyak kepala negara adalah hal yang lumrah dilakukan. Tetapi, kali ini beritanya demikian menarik perhatian, karena yang akan berkunjung adalah presiden Amerika Serikat super power, yang juga disebut polisi dunia. Lebih khusus lagi karena sang presiden  pernah menjadi warga Jakarta dan  mempunyai bapak tiri orang Indonesia. Inilah sebuah ikatan bathiniah antara Obama dan Indonesia. Sebagai negara yang cinta damai, negara yang beradab, maka sudah seharusnya kita bersama menjaga agar kunjungan tersebut berlangsung dengan damai, aman dan lancar.

Penulis, mencoba membahas kemungkinan ancaman, lengkapnya ATHG (Ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan) yang mungkin timbul. Yang dimaksud ancaman adalah sesuatu  hal bersifat aktif berasal dari eksternal,  usaha yang dinilai mengancam subyek, dilakukan secara konseptual, bersifat kriminal atau politis.  Ancaman bisa berupa serangan langsung, baik terhadap subyek, rombongan ataupun keluarganya. Kita tahu bahwa beberapa tahun terakhir, di Indonesia telah terjadi beberapa serangan teroris berupa bom bunuh diri. Motifnya jelas politik, menyerang kepentingan serta obyek dan personil AS serta sekutunya. Walaupun dua tokoh teroris DR.Azhahari dan Noordin M Top telah mati ditembak oleh Densus-88, cabang serta ujung ranting teroisme di Indonesia masih tetap ada. Kepala Detasemen Khusus 88 Anti Teror Badan Reserse Kriminal Polri Kombes Pol Tito Karnavian (kini berpangkat Brigjen) mengatakan, ideologi terorisme yang mengajarkan kekerasan untuk mencapai tujuan tetap berpotensi berkembang di tahun 2010 kendati sejumlah gembong terorisme tadi  telah tertangkap dan tewas .

Sementara Direktur Dinas Intelijen AS, Dennis Blair, Kamis (31/12).menyatakan  bahwa serangan teroris pada masa depan akan makin sulit dideteksi dan dihentikan. Pihak, Al-Qaeda telah memperdalam pengetahuannya mengenai sistem pertahanan Amerika Serikat dan cara melewatinya. “Apa yang membuat kami paling prihatin sekarang bukan hanya menghentikan jenis serangan pada masa lalu. Akan tetapi, juga memperkirakan dan menghentikan serangan yang berbeda dan lebih cerdik pada masa depan.” Selanjutnya Blair menyatakan kepada stafnya,.”Al-Qaeda dan organisasi yang melebur kepadanya, serta pelaku teror bunuh diri perorangan, telah mengamati pertahanan kita dan sedang merancang serangan pada masa depan guna mengakalinya. Semua serangan ini akan lebih berat untuk dihadapi, ditafsirkan, dan dihentikan.” Peryataan penanggung jawab intelijen tersebut terkait dengan upaya teror berupa pembooman bunuh diri yang gagal pada pesawat North West saat akan mendarat di Detroit pada Natal 2009.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menegaskan, AS tak mengkhawatirkan situasi keamanan Indonesia menjelang kunjungan Obama. “Dari pihak Amerika Serikat tidak ada masalah-masalah yang sifatnya khusus,” kata Marty. Tim pendahulu tersebut, lanjut dia, saat ini tengah mempersiapkan persoalan administrasi dan teknis maupun masalah substansi untuk kunjungan Obama ke Indonesia.

Apakah hanya itu ancaman terhadap rencana kunjungan Presiden Obama?. Kemungkinan ancaman tersebut hanyalah satu dari sebuah rangkaian yang apabila ditinjau lengkapnya adalah ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan). Ancaman yang patut diwaspadai terutama teroris. Teror merupakan salah satu elemen clandestine operation. Terorisme merupakan bagian dari kegiatan operasi intelijen yang dilaksanakan dengan cara spionase, sabotase, dan tindakan gelap lainnya. Karena gerakannya yang sangat tertutup, maka intelijen seharusnya sudah bekerja keras mengendus, apakah ada indikasi gerakan dalam rangka kujungan Obama tersebut. Kita akui bahwa aparat intelijen sempat kecolongan saat bom Mariott-2 dan Ritz Carlton meledak setelah teroris mengendap selama empat tahun.

Selain ancaman teror, ada beberapa kegiatan yang bisa masuk dalam ATHG lainnya, seperti kemungkinan upaya melepaskan diri dari NKRI oleh kelompok Papua Merdeka, ide separatis RMS, demo anti AS dan demo anti pemerintah Indonesia. Walaupun kemungkinan kegiatan tersebut bukan berupa ancaman langsung, tetapi paling tidak apabila gerakan dikerjakan dengan terencana maka bisa mengganggu jadwal acara, dan menurunkan kredibilitas keamanan negara. Kelompok tersebut pada umumnya hanya ingin menunjukkan eksistensi mereka masih ada, kemudian mencoba menarik perhatian. Kunjungan Presiden Obama adalah kunjungan yang akan diliput media massa internasional, karena itu bisa saja mereka mencoba berbuat sesuatu, mendompleng agar ikut diberitakan secara internasional. Kasus pelemparan sepatu yang pernah terjadi kepada Presiden George Bush adalah bukti bahwa ancaman bisa terjadi dimanapun dan dalam situasi apapun, dan menjadi berita besar. Sementara di Indonesia pendemo sukanya melempar telur busuk. Itulah sedikit gambaran kemungkinan ATHG yang akan dihadapi.

Kini, pertanyaannya, bagaimana upaya penangkalannya?. Pasukan pengawal presiden AS Secret Service jelas akan mempersiapkan segala sesuatunya tanpa kompromi. Mereka akan melindungi presidennya, simbol negaranya. Kunjungan presiden AS biasanya dilakukan dengan menggunakan pesawat kepresidenan Air Force One (Gedung Putih yang bisa terbang), lengkap dengan segala fasilitas dan wewenang presiden untuk mengambil keputusan. Kedatangannya di suatu daerah begitu pesawat mendarat, akan dikawal dengan helicopter tempur dan pasukan khusus. Selain itu kemungkinan besar US Navy akan menyiagakan sebuah kapal induknya di perairan pulau Jawa, sebagai “safe house” dalam keadaan emergency. Kapal induk akan menyiagakan pesawat tempur, dan akan terus menerus  memonitor gerakan Air Force One terhadap kemungkinan ancaman di udara  selama berada di wilayah  udara Indonesia.

Paspampers Indonesia adalah satuan yang ikut bertanggung jawab dan bekerja sama dengan Secret Service. Komando dan kendali pengamanan dibawah Dan Paspampers yang langsung bertanggung jawab  secara operasional kepada Panglima TNI. Penggelaran kekuatan TNI akan dilakukan oleh penanggung jawab wilayah. Sementara Polri bertugas di ring-3, bertanggung jawab kelancaran dan keamanan rute pergerakan subyek dari satu titik ketitik lainnya. Demikian perkiraan pembagian tugas dan wewenang. Paspampers sebagai unit pengamanan presiden, wakil presiden dan tamu negara, kini merupakan satuan elit, yang terdiri dari gabungan beberapa pasukan khusus dari ketiga matra, Darat, Laut dan Udara. Paspampers terus melakukan pembenahan dan peningkatan kemampuan personilnya. Diantaranya melakukan latihan bersama dengan Tim Navy Seal dalam latma Garuda Shadow 1-10, dengan materi materi Close Quarter Battle/Close Quarter Combat dan Sniper/Counter Sniper. Materi latihan yang diberikan merupakan materi aplikatif  US Navy Seals dalam mendukung operasi pengamanan VVIP.

Nah, demikian sedikit gambaran tentang rencana kedatang Presiden Obama ke Indonesia. Dengan segala kelengkapan dan kerjasama yang ada, diharapkan kunjungan akan bisa berjalan aman dan lancar. Tetapi kini, kesadaran masyarakat dalam menerima kunjungan tersebut sedikit banyak akan mempengaruhi rangkaian kegiatan. Walaupun Menlu Marty sementara ini mengatakan bahwa AS tidak mengkhawatirkan kondisi keamanan di Indonesia, lebih baik aparat tetap berfikir “the worst condition”, agar tidak terkena unsur pendadakan. Kondisi kebebasan yang belum jelas dinegeri kita dinilai “unpredictable”, sewaktu-waktu bisa berubah menjadi ancaman nyata. Mudah-mudahan kita menerima bekas anak Menteng itu dengan baik. Semoga kunjungan itu mempunyai arti penting dan menghasilkan sesuatu yang baik bagi bangsa dan negara kita.

PRAYITNO RAMELAN. Penulis Buku Intelijen Bertawaf.


Tags: Kunjungan Presiden Obama, Intelijen, Obama, Barry Kecil, Amerika Serikat, Ancaman, Intelijen Bertawaf, Terorisme, Paspampers

Sebarkan Tulisan:
Tanggapan Tulisan
6 Februari 2010 12:00
0

wah…cukup heboh jg ya sambutan kita thd kedatangan presiden Obama ini pak…tp iya juga…utk mengantisipasi keadaan terburuk yg bisa saja terjadi…
Smoga nanti kedatangannya membawa hikmah & manfaat, bukan memancing aksi2 yg bersifat merusak kredibilitas Indonesia di mata dunia…

6 Februari 2010 | 12:03
0

Terima kasih ya Anissa tanggapannya…iya agak heboh…soalnya dalam 9 tahun ada saja bom untuk AS di negeri kita…Benar deh, semoga kunjungannya bermanfaat…salam

6 Februari 2010 12:17
0

sepertinya ada yang kurang anda perhitungankan. ANCAMAN TUHAN. bagaimana menangkalnya? (maaf kalo terkesan menggurui)

6 Februari 2010 | 12:22
1

Gula-gula…wah kalau bicara ancaman Tuhan, saya kurang pandai membahasnya dalam konteks kunjungan presiden tuh…yang jelas dan saya tahu, Tuhan sangat tidak suka dengan orang yang sombong dan menyekutukannya…sedang agamavsatu orang dengan orang kan bisa kan lbisa berbeda ya..jadi maaf deh. Menangkal ancaman Tuhan adalah dengan menjalankan perintahnya, menjauhi larangannya kemudian banyak2 doa…begitu kali ya…maaf nih< saya muslim. Salam kakidua

6 Februari 2010 | 12:27
0

iya benar Pak, kalo Tuhan sudah kun fayakun apa mau apa kita. salam kenal juga Pak

6 Februari 2010 12:17
0

Pak Pray, saya juga menulis tentang rencana kunjungan Presiden Obama:
http://polhukam.kompasiana.com/2010/02/04/apa-yang-bisa-diharapkan-dari-kedatangan-seorang-obama/ , tapi tinjauan Pak Pray dari sisi intelijen cukup menarik. Kunjungan seorang presiden AS saja sudah akan merepotkan, apalagi kebetulan ini seorang Obama yang memiliki hubungan historis dengan Indonesia. Semoga kunjungan ini memberikan keuntungan yang berimbang bagi kedua belah fihak. Salam.

6 Februari 2010 | 12:23
0

Iya Pak Ris…nanti saya baca deh…terima kasih tanggapannya…saya hanya meninjau dari sisi intelijen pengamanan, soalnya hanya disitu bisanya nih…salam ya Pak.

6 Februari 2010 12:25
0

kalo di bikin rengking..agen rahasia kita nomor urut berapa pak pray ?

6 Februari 2010 | 12:29
0

RENGKING 1 donk kalo dibandingkan dengan agen minyak tanah, agen beras, agen asuransi, agen koran

6 Februari 2010 | 22:33
0

Ali…wah saya kurang tahu ya tentang ranking itu, maaf ya…itu Gula-gula jawabnya pake joke tuh…

6 Februari 2010 12:34
0

Presiden Obama , pernah tinggali Indonesia cukup lama , setidaknya tau apa yang menjadi Budaya bangsa ini, mungkin baginya serasa pulang kampuanglah, dia ingat Bakso, gado- ado, mungkinjuga ketoprak non komedi ya Pak. Jadi ya kalau pulang kampuang seperti biasanya bangsa Indonesia akan membawa oleh - oleh dari negri Paman SAm ini . Tinggal kita lihat oleh- oleh apa yang di bawa oleh Uncle Obama.

6 Februari 2010 | 22:36
0

Yanti…terima kasih tanggapannya ya, jelas sebagai pemimpin negara besar, kunjungannya akan banyak dan jjelas bisa diharapkan oleh kita…nah, kita tunggu deh…Salam.

6 Februari 2010 12:58
0

Semoga nanti tidak terjadi apa2 ketika Mr.President datang ke tanah air. Membuktikan bahwa negeri kita benar2 aman & damai. Hal ini juga akan berpengaruh pada perekonomian kita dg stabilnya nilai rupiah & indeks harga saham. Semoga…

6 Februari 2010 | 13:01
0

iya dan semoga juga Obama & Co. itu juga tidak kembali menjarah SDA Indonesia

6 Februari 2010 | 22:36
0

Tyas…terima kasih tanggapannya ya…salam

6 Februari 2010 13:17
0

Di mana-mana selalu ada pro kontra soal kedatangan tamu negara… apalagi kalau dari Amerika… saya, sih, cuma berharap jangan sampailah kedatangan tamu terus kemudian terjadi sesuatu yang memalukan… karena bagaimanapun juga… kita adalah tuan rumah… yang seharusnya tahu bagaimana cara bertata krama…

6 Februari 2010 | 22:38
0

Mariska…sudah lama nih tidak saling menyapa…semoga sehat ya. Terima kasih tanggapannya ya…sependapat, sebagai tuan rumah yang baik, kita harus menjaga tata krama seperti kata anda itu…salam

6 Februari 2010 13:34 via Mobile Web
0

tulisan yang menarik, Pak sampaikan ama om obama’ya kalau ke Indo bawa oleh-oleh tar pulang’nya gantian tak kasih rambutan ama go goreng he he he

6 Februari 2010 | 22:38
0

Hehehee…Santo,,,iya deh, bisa juga barteran…

6 Februari 2010 13:39
0

Pak Pray saya mencoba belajar mengemukakan usul : Pada dasarnya yg paling berkepentingan dng kedatangan “presiden negeri keduanya” adalah Yudoyono, walau dicoba “menisbahkan” dengan kepentingan yg lebih besar. Fakta saat ini harus diakui adanya “gesekan” antara sebagian masyarakat dan kekuatan politik dengan Yudoyono; dan gesekan ini potensial menjadi faktor G dalam rumus bapak diatas. Saran saya, agar Yudoyono ,paling tidak untuk sementara, harus mampu mengalahkan ego kecilnya untuk “merangkul” sebagian masyarakat yg saya singgung diatas. “Minta tolonglah” kepada mereka untuk sama2 “menguburkan kapak peperangan” untuk sementara waktu, kongkritnya : “Tertibkan” orang2 sejenis Ruhut, Benny K, Amir Sjamsudin, Mubarok dan jangan sama sekali menyinggung soal reshuffle segala macam. Wah udah jam 2 siang, makan dulu yuk pak.

6 Februari 2010 | 19:25
0

Wah pak Pray, ini gara2 Ramadhan Pohan muncul, situasi jadi tambah “tidak terkendali”. Usul saya diatas jadi “mentah” pak, udahlah gimana nyampenya aja dah.

6 Februari 2010 | 22:40
0

Bahrul.SS, terima kasih tanggapannya ya…iya deh, gimana nyampenya…kita tunggusaja, kan ada yang ngurus bukan?

6 Februari 2010 14:35
0

Pak Pray, tulisan yg menarik.
Koreksi sedikit pak Pray, pak Tito Karnavian sudah berpangkat Brigjen lho (pangkat minimal untuk Ka Densus 88).
Kalau melihat agenda kunjungan, sepertinya tidak ada yg substansial karena sekedar nostalgia masa kecil pres Obama saja (kecuali ada kepentingan tersembunyi yg hanya pres Obama dan pres Sby saja yg tahu, misalnya memperpanjang kontrak dan memperluas konsesi Freeport, dan aneka bisnis AS lainnya di Indonesia). Meski seperti piknik, tapi bakal merepotkan semua pihak di Indonesia.
Tapi, lumayanlah nama Indonesia menjadi terkenal lagi di dunia berkat kunjungan tsb.

Salam,

6 Februari 2010 | 22:42
0

Abutholib…terima kasih koreksinya…memang saat saya mengambil statement dari Tito, pangkatnya masih Kombes…kalau sekarang sudah jadi Brigjen, artinya dia adalah Brigjen termuda di jajaran Polri….Selamat Kepada Ka Densus-88 atas kenaikan pangkatnya…Tentang kunjungan Presiden Obama, saya melihatnya dari sisi positif…jelas pasti akan banyak keuntungan bagi Indonesia nantinya. Salam

6 Februari 2010 15:35
0

saya jadi ingat kunjungan george w. bush ke indonesia. betapa hebohnya, sampai harus bikin helipad di bogor, n nyatanya gak jadi didarati.
saya yakin dg kemampuan paspampres kita, cuman saran saya pihak RI harus pintar-pintar berdiplomasi sehingga amerika yg sok “gumedhe” lebih sopan n menghargai kemampuan pengamanan RI

6 Februari 2010 | 22:44
0

Iya betul, dahulu pernah dibuat Helly Pad di Bogor itu…Saya kira nanti pengamanan VVIP akan tetap ditangani kedua unsur Presidential Security…dari kedua negara.

6 Februari 2010 16:12
0

wahh Om pray juga nulis tentang “kehebohan” ini ya….
saya juga nulis nih Om..http://sosbud.kompasiana.com/2010/02/06/presiden-kita-siapa-sih/

6 Februari 2010 | 22:47
0

Anita, terima kasih tanggapannya…iya deh, nanti saya baca tulisannya ya Nit…sabar, saya baru pulang nonton film “Edge of Darkness” , Mell Gibson…keren tuh Film Nit…

7 Februari 2010 | 03:33
0

Pak Pray.. Ada resensinya Edge of Darkness pak?
:D

8 Februari 2010 | 13:08
0

Kira-kira begini nih Panji…Thomas Craven (Mel Gibson), seorang veteran perang, sbg detectif di Kepolisisan Boston dan seorg ayah dari anak tunggal Emma (Bojana Novakovic),24th, dibunuh saat dirumahnya. Semua mnduha Thomas adalah target utamanya. Thomas akhirnya mengetahui rahasia kehidupan putrinya serta motif pembunuhan tsb. Penyelidikan Thomas membawannya kpd persekongkolan, penyamaran, dan pembunuhan lainnya. dan dia kemudian membayangi Darius Jedburgh (Ray Winstone) , profesional yang yg ditugasi utk membersihkan semua bukti2. Usaha Craven untuk mencari penyebab pembunuhan putrinya berubah menjadi petualangan menarik yang penuh emosi…profesionalisme seorang detektif. Patu ditonton film ini, sebuah drama menarik dinegara Amerika…Smg bermanfaat ya Panji.

6 Februari 2010 19:15
0

Bagaimana kalau ada demo yang bawa kerbau lagi pak trus ditulis obama, trus foto obama ditempel di pantat kerbau tsb….? Apakah hal sprti itu bisa menjadi bentuk teroris yang lain….? Bisa saja kan untuk mempermalukan Indonesia dan Obama di dunia international…?

6 Februari 2010 | 22:49
0

Boyex, mudah-mudahan tidak ada lagi deh Demo pakai bawa kerbau gitu…Kan juga sudah dilarang oleh Polisi…Nah, yang semacam itu bisa mempermalukan kita sebagai bangsa yang beradab…

6 Februari 2010 22:05
0

Hii…BPR,

Selamat datang Mr&Mrs O, sasha& malia.
Uh saya gak sabar pengen liat orang2 ganteng,’galak’ & matanya tajam seliweran lg…sapa lg kalo bukan secret service-nya…jg air force one-nya.
Salah satu keluargaku bilang “ah gw ambil cuti kalo obama jd dateng pengen salaman” (haha segitunya).

Salam gak sabar menanti kedatangan mereka!

6 Februari 2010 | 22:51
0

Blossom…terima kasih tanggapannya…memang SS itu dipilih dan direkrut khusus…badannya gede2, karena mereka adalah tameng hidup dari sang presiden…Sabar deh…

6 Februari 2010 22:14
0

segitu hebohnya ya pak pray..
efek dampaknya buat negeri kita apa kira2 pak?

6 Februari 2010 | 22:53
0

Hadi…iya heboh…dampaknya? Jelas secara politis nama Indonesia akan lebih kuat didunia Internasional, dibidang ekonomi, akan banyak kerjasama kedua negara, paling tidak akan banyak investor AS akan datang kesini…dibidang militer…ini akan banyak juga…persoalannya, bisakah kita memanfaatkan substansi kunjungan tersebut…Salam Hadi ya…

6 Februari 2010 22:30
0

Analisis menyeluruh yang mencerahkan, pak Pray. Hormat, Pak.

6 Februari 2010 | 22:54
0

Bang Berthy…terima kasih banyak tanggapan serta apresiasinya ya…Salam Hangat…

6 Februari 2010 22:57
0

sepatutnya rakyat indonesia menyambut kedatangan tamunya dengan memberikan sesuatu yang baik, karena seperti kata Rasulullah SAW, bahwa tamu adalah pembawa rezeki maka sepatutnyalah diperlakukan dengan baik. saya sebagai warga negara selalu berfikir pasti ada nilai postif dari kedatangan tamu negara, siapapun juga, begitupun obama. terima kasih telah mencerahkan dengan artikelnya pak pray.
salam.

6 Februari 2010 | 23:03
0

terima kasih tanggapan, ungkapan dan apresiasinya ya Mas Sigit…salam.

6 Februari 2010 23:37
0

pak pray wrote”
Staf kepresidenan AS pada awal Februari telah melakukan survey ke-empat tempat yang diperkirakan akan dikunjungi Obama, yaitu SDN Menteng 01 Jakarta Pusat, Candi Borobudur Magelang, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Bengkel Lokomotif Kereta Api BalaiYasaYogyakarta
================================================================================
jaWab”
sebetulnya mslh daerah/tempat yg akan dikunjungi hrs dirahasiakan dulu..klo disebutkan boleh juga ditambah/utk mengecoh para bandit2 yg hoby demo dan teroris gila..!!tdk apa2 pada akhirnya daerah yg sdh direncanakan akhirnya tdk dikunjungi..ini utk antapasi saja!!
apapun kita sebagai org yg berbudaya harus menyambut tamu kehormatan dg baik!!dan dijauhkan dari kepentingan politick sempit..yg memang kadang gila perhatian/cari popularitas!

6 Februari 2010 | 23:58
0

Obyek tersebut sudah terbuka di media kok Delta…tetapi belum tentu juga akan dikunjungi…teori deception biasa sepertinya. Kan rawan kalau ada yang mau ngisengin.ya…Terima kasih ya my friend…salam hangat.

6 Februari 2010 23:42
0

Menghormati tamu itu wajib adanya, setidaknya itu yang saya tahu omm…
semoga saja deh…aman-aman saja, sudah capek rasanya dengan keadaan yang bikin rakyat tidak tenang….
makasih om atas ilmu intelenjennya….kupasan dari om pray selalu dalam dan bermanfaat… :)

6 Februari 2010 | 23:58
0

Terima kasih ya Bisyri tanggapannya…juga apresiasinya…salam

7 Februari 2010 | 00:00
0

yukk…kembali kasih om pray….saya jadi sedikit tahu tentang ilmu ngintel dari catatan2 om pray yang sebenarnya berat tapi dengan bahasa yang ringan dan enak dibaca.. :)

7 Februari 2010 | 05:53
0

Terima kasih Bisyri…saya senang, skrg tulisan-tulisan Bisyri semakin bagus dan banyak yang menyukai…ingat, jangan bergeser ya…salam semangat.

6 Februari 2010 23:55
0

wah banyak biaya dong yang dikeluarkan negara kita untuk menyambut orang besar…………..asal kompensasinya seimbang dengan biaya yang kita keluarkan unutk menyambutnya

7 Februari 2010 | 00:00
0

Terima kasih tanggapannya…saya kira kita akan mendapat banyak keuntungan yang jauh lebih dibandingkan biaya pengamanan…dan biasanya mereka juga mendanai sendiri cost secret servicenya…salam

7 Februari 2010 00:33
0

Obama oh Obama. Obama dalam putaran ujung pena intelijen pak Pray. Saya coba melihatnya dengan kaca mata tanpa merek, awam saja : hasilnya malah tanda tanya, “adakah kedatangan kawan lama ini akan berpengaruh terhadap hangat-dinginnya suhu koalisi versus pansus Century?”. Terus saya jawab sendiri, “yaaah, paling tidak sekitar minggu2 Maret itu media sedikit lupa dengan melodrama pansus karena hampir semua ujung penanya terhunus kepada kehadiran si kawan lama…, anak Menteng”. Semoga pansus tak peduli ada atau tidaknya camera . . .
Selamat malam Pak Pray, yg selalu mencerahkan.

7 Februari 2010 | 05:54
0

Alfi…terima kasih tanggapan dan ungkapannya…salam

7 Februari 2010 01:39
0

pak pray yang baik,semoga allah swt sll memberikan kesehatan dan keberkahan untuk pak pray dan sll bisa berkarya dan berguna buat orang lain, amien, sungguh kedatangan obama menjadi kebanggan bagi bangsa ini, mantan anak menteng menjadi presiden USA,luar biasa, menaggapi komen pak sigit diatas,menurut hadis yang saya baca, tamu itu membawa 10 keberkahan, dan pada saat tamu pulang hanya 1 keberkahan yg dibawanya, 9 nia tinggalkan untuk tuan rumah,subhanallah.
Mebaca kajian intelijen pak pray, saya jadi teringat beberapa catatan beberapa temn yang jd paspamres,selama kunjungan presiden Bush ke bogor, konon rencana santet dari ki gendeng pamungkas menjadi kenyataan, cuaca yang tidak bersahabat,sehingga helikopter sampai tertunda terbang 2 jam,landasan helipad kb rya bogor yg tidak jadi digunakan, akhirnya mendarat disalah satu halaman stadion di bogor, mobil lsedan lincoln kepresiden yang akan dipakai bush menjuju istana bogor,tidak berfungsi karena terbenam dalam tanah ,apakah karena tanah yang terlalu lembek atau mobilnya yang tll berat,bahkan pada saat mobil itu dipandu untuk keluar kubangan tanah memakan salah seorang anggota secret service luka parah yang tertabrak pada saat mundur, dan akhirnya bush menggunakan kendaraan jenis Jeep/SUV, dan dapat kita saksikan pada saat kakinya menjejakan tanah dia turun dengan loncatan,seperti koboy,dimana 2 kakinya mendarat bersamaan, padahal presiden SBY menyambut di pintu masuk,konon katanya itu ilmu penangkal yang diberikan oelh ki gendeng pamungkas, setelah terjadi negosiasi, antara paspamres/SS, terhadap ancaman santet, dan konon juga ki gendeng pamungkas mendapat imbalan uang dalam jumlah luar biasa.
Pertanyaan saya pak pray,apakah dalam teori intelijen unsur unsur santet atau voodo ilmu hitam dalam dunia intelijen memang juga dijadikan salah satu variable ? kira kira menurut pak pray,apakah kedatangan obama kali ini para petinggi republik ini yg sudah keranjingan juga dengan ilmu keluwihan/klenik atau kanuragan,memerintahkan paspamres menggunakannya untuk mengamankan kedatangan obama ?
salam hangat

7 Februari 2010 | 06:04
0

Chairil Sani….tentang sntet itu…selama saya bertugas kok yang namanya santet dan klenik tidak pernah dimasukkan dalam pertimbangan tugas. Nanti kita akan terjebak dalam pemikiran yang tidak rasional. Sebagai muslim, saya mempercayai bahwa urusan gaib adalah sesuatu yang menjadi rahasia Allah, saya percaya gaib itu ada, tapi hanya orang tertentu yang diberikan kelebihan dalam mengetahui lebih mendalam oleh Allah. Kalau ilmu pengetahuan itu dibuka kepada manusia oleh Allah seluas-luasnya, sehingga air laut apabila dijadikan tinta akan tidak cukup untuk menuliskannya. Jadi demikian deh my friend…Marilah kita berfikir bahwa semua kita serahkan kepada Allah semata dan kita selalu memohon ridho dan perlindunganNYA. Salam hangat juga ya.

7 Februari 2010 02:39
0

mudah2an nanti pidatonya dalam bahasa indonesia, pak pray.

7 Februari 2010 | 06:08
0

Hehehehe…saya kira tidak bisa deh…kalau beberapa kalimat sih masih bisa dan dimengerti juga…kan bahasa kalau sekian lama tidak dipakai akan lupa, seperti contoh saya waktu bertugas di Maluku dahulu pernah belajar bahasa Kei, tapi sekarang setelah 31 th…lupa…hanya tersisa…Wuut in mehe Nifun, Manut in Mehe Tilur…(mungkin salah juga nulisnya…intinya, menurut Kei itu..sebetulnya semua manusia ini berasal dari satu indung telur, atau sumber yang sama….).

7 Februari 2010 04:53
0

Pak Pray..jumpa lagi. Bicara ttng menghormati tamu maka Islam sangat mewajibkan. Tapi mengapa HTI justru menyiapkan demo besar-besaran…Pak Pray saya bingung bagaimana mereka menterjemahkan Islam itu?

7 Februari 2010 | 05:15
0

@madfoe
sory nylonong pak pray??
waduh klo HTI sampai gila gitu..makan ancur aje tuh pamor HTI dimata masyarkat umum..!

7 Februari 2010 | 05:29
0

@delta: itu kan ormas reman dari rantau anda itu, asalnya dari jordan,hehe.

7 Februari 2010 | 06:12
0

Iya saya kira ada saja yang mau melakukan Demo…Kan katanya ini negara Demokrasi…jadi semuanya katanya bebas di Demo…mulai urusan lapak, kebon, sekolahan, banjir, Bank sampai segalanya. Karena yang dipelajari rakyat adalah demo…setelah itu lihat saja…rakyat diajari menghina, kemudian nanti akan diajari bertindak anarkis…

7 Februari 2010 | 06:44
0

Maaf ikutan nimbrung ya pak Pray, pas akan ada demo buat obama, mengapa kita tdk melihatnya sbg kembang demokrasi? apa pak Pray tdk terlalu “jauh” ketika mengatakan “akan diajari bertindak anarkis”?. Perlukah seluruh anak negeri ini harus “duduk manis” dmi seorang obama?. Saya muslim yg dari dulu tidak sedikitpun bersimpati kpd HTI, FPI dan sejenisnya, namun saya juga tdk tutup mata atas penderitaan sesama muslim dijazirah sana, dimana peran Amerika sangat dominan. Sekali lagi maaf ya pak. salam sesama saudara muslim.

7 Februari 2010 | 06:56
0

Saya sebetulnya mulai khawatir nih BSS…lihat deh, sekarang rakyat sudah bukan berdemo seperti yang diharapkan oleh pencetus reformasi kebebasan…tetapi sudah semakin berani melakukan perusakan, lihat saja keributan diantara rakyat dengan polisi, rakyat dengan rakyat. Mereka sudah mulai pakai kekerasan. Saya tidak mengatakan khusus demo HTI atau siapapun..Tetapi secara umum, tanpa terasa, demo2 akan ada yang memperalat, diarahkan semakin rusuh dan beringas. Apakah kita tidak sadar bahwa kebebasan kini sudah mulai merambat ke sporter sepak bola yang beringas, merusak, nah semua itu Mas Bahrul adalah kelanjutan terbentuknya psikologis dari kebebasan. Jadi tolong dibedakan deh pembahasan fokus kesatu masalah dengan diskusi demo secara umum. Saya kan di artikel hanya mau mengingatkan kepada aparat keamanan tentang kemungkinan ancaman, hambatan, tantangan dan gangguan…dari sudut pandang seorang blogger nih…salam juga sebagai sesama saudara muslim.

7 Februari 2010 | 06:57
0

@bahrul
tapi jangan lupa ingat sebagia umat islam kita harus memuliakan dan menghormati tamu!!

7 Februari 2010 | 07:22
0

@ruklyal
pdhl jordan bkn negara demokrasi setahuku..negara yg adem ayem saja!!kareana jordan kerajaan!!
kenapa bisa sampai masuk ke Indo..gak kepakai kali yah dijordan!!

7 Februari 2010 | 08:42
0

@Pak Pray, makasi pak, kartu sudah sama2 kita buka. Tapi saya berharap kita sepakat bahwa “Lakum diinukum wa liya diin” itu sangat indah, jauh dari amarah, ya kan pak? @delta, kita sepakat agama (rasanya semua) mengajarkan begitu, dan tidak ada kaitannya dng postingan saya. damai ya.

7 Februari 2010 06:10
0

Selamat datang mr president….kami akan sediakan bakso dan rambutan kesukaan president….

salam pak Pray…

7 Februari 2010 | 06:13
1

sama-sama Kang Unang…sebetulnya ada bakso enak tuh di Senci…baksonya gurih, pake babat…heheheh

7 Februari 2010 07:01
0

Selamat pagi Pak Pray,
Ini persiapan yang dibalik layar untuk pengamanan memang menarik, teringat persiapan untuk datangnya Bill Clinton tahun 1994 dengan Larry Cockell-detailnya Clinton dan almarhum pak Arie Kumaat. Pak Pray saya kira pasti ikut yah di pengamanan waktu itu. Mudah mudahan untuk Obama tidak ada demo-demo yang memalukan.
Salam

7 Februari 2010 | 07:07
1

Mas Batara…terima kasih tanggapannya….yang paling berat saat itu adalah konperensi APEC…wah demikian banyak kepala negara yang hadir melalui Lanud Halim Perdanakusuma…Jauh lebih ribet kalau kedatangan mereka bersamaan…dengan pola keamanan masing-masing…Pusing deh Mas, kalau ingat saat masih aktif…tanggung jawabnya antar negara. Iya betul, semoga kita tidak mempermalukan tamu kita ya…salam

7 Februari 2010 | 07:28
0

Pak Pray,
Mohon diterima ucapan terima kasih pribadi dari saya atas suksesnya koordinasi semua acara untuk APEC tahun 1994, nama Indonesia cukup harum atas suksesnya acara tersebut. Saya tidak bisa membayangkan ribetnya koordinasi dan tanggung-jawab antar negara. Sukses selalu.
Salam hormat

8 Februari 2010 | 12:29
1

Mas Batara…iya deh, sama2 saat APEC itu, posisinya dimana?…terima kasih kembali deh…ingat bagaimana mengatur pengamanan pesawat dan route penyamaran penerbangan Yasser Arafat…rupanya ngeri juga ya security officernya, takut diserang diudara …Tapi Alhamdulillah semuanya lancar…Salam

7 Februari 2010 10:59
0

Pak Pray…
Salam kenal semoga kunjungan lancar tanpa masalah2 yg berarti…. bisa lihat patung Obama ditempat yg seharusnya di SDN 01gimana tuh pengamanan di jalanan yg sempit itu pasti repot or ditutp skalian skali lagi salam kenal

8 Februari 2010 | 12:30
0

Mas Firman…
Salam kenal juga nih…iya deh semoga dalam kunjungan nanti aman2 dan lancar2..iya patungnya akhirnya diletakkan ditempat kebanggaan dan bersejarah dari beliau itu…Salam hangat.

8 Februari 2010 13:18
0

Apa dan bagaimanapun kondisinya, Obama adalah simbol negara lain yang nantinya akan menjadi tamu kita, sudah selayaknya kalau kita sebagai tuan rumah memberikan penghormatan yang sebagaimana mestinya sesuai dengan prosedur yang ada. Salam hormat pak Pray

9 Februari 2010 | 06:35
0

Agung Hsandoko..Apa kabar? Smg sehat? dan sukses ya…Terima kasih tanggapan dan pendapatnya ya..salam

8 Februari 2010 14:57
0

Semoga saja kunjungan beliau ke Indonesia tidak ada masalah….yang paling ngeri memang ancaman teroris. kalau masalah intern Indonesia sih kalau cuma demo atau yang lainnya masih bisa diatasi. Saya malah penasaran kepingin lihat expresi Presiden AS melihat sekolahannya waktu dia masih kecil. salam

9 Februari 2010 | 06:40
0

Arisdiyati…terima aksih tanggapan dan pendapatnya ya…iya memang ancaman yang paling berbahaya adalah kemungkinan serangan teroris itu. Bom meledak disekitar acara beliau saja akan berpengaruh sangat besar secara psikologis terhadap seluruh rangkaian kunjungan. Keamanan adalah sebuah pertaruhan bangsa ini dalam menerima Presiden Obama…Jelas ekspresi beliau akan sangat gembira melihat tempat dia sekolah dimasa kecilnya…Beritanya pasti hebat…salam

Tulis Tanggapan Anda
Guest User
Copyright 2008 - 2009