Polhukam
Lihat Profil    Jadikan teman    Kirim Pesan
Seseorang yang bukan termasuk golongannya rakyat 'Jelita', hanya seorang rakyat 'Jelata' saja, yang suka iseng, yang suka mengisi waktu nganggurnya untuk menghibur dirinya dengan membaca dan menuliskan uneg-unegnya yang dipostingkan di blog komunitas : Kompasiana, Politikana, serta di milis-milis yahoogroups.com : Forum Pembaca Kompas, Mediacare, Ekonomi Nasional, PPI-India, Nongkrong Bareng Bareng, Zamanku, Eramuslim, Sabili, Syiar Islam, dengan nickname rifkyprdn@yahoo.com
Apa Kabar Pak Tifatul?
Bocahndeso
|  1 Februari 2010  |  00:19
1152
292
16 dari 27 Kompasianer menilai Bermanfaat.

Tifatul .01

Selamat pagi pak Tifatul Sembiring.

Assalamualaikum Wrwb

Apa kabarnya pak ?. Semoga bapak selalu dalam keadaan baik. Doa dan harapan saya, semoga bapak senantiasa sejahtera dan selalu dapat menegakkan keadilan.

Saat sekarang ini, tentu bapak lagi sibuk, lantaran mengemban amanah dalam menggawangi Departemen Kominfo.

Amanah untuk meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia itu tentu telah menguras energi serta menyita waktu dan perhatian bapak.

Mohon maaf atas kelancangan saya yang tak lagi memanggil dengan sebutan ustadz, mengingat kedudukan bapak yang sekarang ini, tentunya secara adab akan lebih lazim dan lebih baik jika saya menyebutnya dengan bapak.

Sungguh saya sangat berharap, bapak berkenan memaafkan dan memakluminya, mengingat perubahan sebutan dari ustadz menjadi bapak itu bukanlah perkara syari’ yang berkategori bid’ah dholalah.

Ditengah kesibukan bapak mengemban amanah dan tugas negara di Depkominfo, saya haqqul yakin, bapak sebagai seorang kader dakwah tentunya masih sempat untuk memperhatikan persoalan yang ada ditengah umat dan mendengarkan aspirasi dari umat serta menjaga kepentingan kemaslahatan bagi umat.

Oleh sebab itu, saya pun menduga bapak tentu sudah mendengar adanya keresahan di sebagian kalangan umat. Teristimewa keresahan yang berkaitan dengan adanya pelecehan dan penghinaan atas junjungan umat, Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW.

Mohon maaf, tak ada maksud apapun dengan saya menyebut nama Baginda Nabi SAW dengan sebutan Sayyidina. Selain dan semata-mata karena saya ingin menghormati beliau sebagaimana kedudukan beliau sebagai junjungan umat. Semoga bapak berkenan dan memakluminya.

Kembali kepada persoalan keresahan umat, saya pun menjadi menduga, bahwa bapak tentunya telah mengetahui adanya gambar kartun terbaru di situs ‘Bxxxxa Muslim Sxxxh’ yang beralamat di http://www.beritamxxxxm.wxxdpress.com yang sungguh teramat sangat merendahkan dan menghina atas harkat dan martabat Kanjeng Nabi SAW.

Menurut fiqih, sesungguhnya tak ada jawaban yang pantas selain hunusan pedang bagi para penghina Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW.

Dalam hal itu, saya tak akan berpanjang-panjang, karena saya haqqul yakin tentu bapak lebih faham dan lebih khatam mengaji kitab-kitab karya Ibnu Taimiyah dan Syaikh Albany yang konon lebih salaf dibandingkan dengan Imam Syafi’i.

Namun, mohon perkenan untuk meyampaikan bahwa di zaman dulu saat Depkominfo masih bernama Departemen Penerangan, pernah ada yang sampai harus dihukum pidana penjara gara-gara dianggap telah melakukan penghinaan terhadap Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW.

Di zaman itu, menurut pendapat kebanyakan orang, sosok menteri yang menjabat di institusi itu berideologi lebih sekuler dibandingkan bapak.

Namun tentu harus disadari oleh semua pihak bahwa sistem hukum dan tata kenegaraan kita ini saat ini tak memperkenankan penggunaan dalil fiqih agama di urusan hukum formal negara.

Berkait dengan itu, jika bapak berkenan, ijinkan saya menyampaikan bahwa masih ada celah yang memungkinkan untuk menjerat para penghina Nabi SAW, tanpa dituduh telah mempergunakan dalil fiqih agama.

Materi gambar yang dimaksudkan sebagai pelecehan atas Baginda Nabi SAW itu tentu sudah memenuhi unsur yang dimaksudkan di pasal 1 ayat 1 dan ayat 2 di UU 44/2008.

Selanjutnya, pada pasal 17 dan pasal 18 juga memberikan kemungkinan kepada pemerintah untuk melakukan tindakan pemblokiran yang diperlukan.

Bahkan, ada kewenangan pemerintah untuk dimungkinkan adanya penyidikan dan penuntutan serta pemberian sangsi pidana bagi pelakunya, seperti yang diatur di pasal 23 sampai dengan pasal 42.

Saya haqqul yakin, jajaran aparat birokrasi di biro hukum pada institusi yang bapak pimpin tentu lebih mengetahui dalil hukumnya secara lebih baik lagi.

Oleh sebab itu, mohon perkenan bapak, untuk sudi kiranya segera bertindak.

Tindakan yang cepat dan tegas itu diperlukan agar segera reda keresahan umat, sehingga umat tak terpancing untuk melakukan tindakan yang dapat mengarah ke situasi anarkis.

Juga untuk menghindarkan andai ada pihak-pihak tertentu yang secara tak bermoral dan tak bertanggungjawab akan menunggangi dan mempergunakan kasus penghinaan ini sebagai pengalih perhatian umat dari isu-isu kasus sensitif seperti kasus Skandal Bailout (Blanket Guarantee) Bank Century yang lagi marak-maraknya.

Demikian, dan besar harapan saya, sementara waktu ini bapak sudi untuk memalingkan perhatian barang sejenak terhadap masalah adanya pelecehan dan penghinaan atas Kanjeng Nabi Muhammad Rasulullah SAW.

Terkait dengan lingkup kerjanya Depkominfo, saya kira, masalah kasus penghinaan ini mempunyai derajat relevansi yang tak kalah penting dibandingkan dengan masalah adu argumen antar kader dakwah tentang kasus seputar kemungkinan mekanisme pemakzulan terhadap Presiden dan Wakil Presiden.

Akhirulkalam, saya memohon dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya jika ada salah dan selip kata dari saya yang menjadikan tidak berkenan di hati dan perasaan bapak.

Wassalamualaikum Wrwb.


Tags: Tifatul Sembiring, PKS, Depkominfo, UU 44/2008, Penghinaan, Pornografi, Pelecehan, Muhammad SAW, Rasulullah SAW

Sebarkan Tulisan:
Tanggapan Tulisan
1 Februari 2010 00:42
1

semoga pak tifatul bisa membaca tulisan ini..

1 Februari 2010 | 00:44
0

amin….

1 Februari 2010 | 01:35
1

klu pak tifatul lamban menyelesaikan kasus ini, lebih baik dia mundur saja

1 Februari 2010 | 08:44
0

hehehe….apa mau ?…

1 Februari 2010 | 09:06
1

ya gak mungkinlah…mana mau dia..mental bobrok

1 Februari 2010 | 09:28
0

hehehe…maju tak gentar ya ?…makanya jadi tak ada kata mundur di kamusnya…hehehe

1 Februari 2010 | 11:36
1

kalau tidak salah, info seperti ini sudah terlebih dahulu dikasih tau oleh rekan-rekan twitter..dan sudah ada tanggapan dari beliau..beliau sudah melaporkan blog tersebut ke wordpress.com beserta teman-teman blogger yang lainnya..

1 Februari 2010 | 11:40
0

@elvnapit : menterinya aja mentalnya bobrok,apalgi presidennya ya

1 Februari 2010 | 11:41
0

yup…seharusnya juga dillakukan penyidikan dan hukuman pidana kepada pelakunya…agar ada efek penjeraan bagi yg lainnya….

1 Februari 2010 | 14:35
1

walaupun sudah dikasih tau rekan twitter, DM ajah link ini ke @tifsembiring juga. biar beliau baca artikel ini.

1 Februari 2010 | 14:54
0

yup…semoga dg ini akan langsung bertindak……

1 Februari 2010 | 23:00
0

Tifatul hrs dipaksa mundur, jadi menteri kok ga peka… munafik!!!

1 Februari 2010 | 23:53
1

ass. mas faisal, maaf mungkin penggunaan kata munafik tidak tepat mas karena ada hadits mengatakan : Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu bahwasanya dia mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda

((من دعا رجلاً بالكفر أو قال عدو اللَّه وليس كذلك إلا حار عليه)) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

“Barangsiapa yang memanggil seseorang (muslim –pent.) dengan kekufuran atau ucapan “musuh Allah”, maka hal itu akan kembali kepadanya” (Muttafaqun ‘alaihi) (http://firarif.wordpress.com/2009/09/26/janganlah-panggil-saudaramu-kafir/)
mohon hati-hati menggunakan kata munafik karena sama saja mengatakan orang tersebut kafir, karena munafik sejatinya kafir jika dilafadzkan secara umum. mohon maaf atas nasehat ini jika sala, semoga Allah memberikan saya dan anda petunjuknya.
wass

2 Februari 2010 | 10:02
0

yup…intinya…semuanya ingin agar jangan sampai penghinaan atas Rasulullah SAW dibiarkan berlarut-larut…apapun alasan dan dalih pembiaran tersebut…

dan agar ada efek penjeraan bagi para pelakunya…alangkah baiknya jika pelakunya yg berdomisili di Indonesia (sekalipun servernya di luar negeri) dapat dilacak selanjutnya diproses secara hukum…dipidana penjara…

Adakah yg tidak menyetujuinya ?

Salam

2 Februari 2010 | 13:43
1

@bung fajar… lihat ga saat deklarasi SBY-Boediono di bandung saat menjelang Pilpres, disitu jutaan rakyat menyaksiakan betapa munafiknya elit PKS seperti Tifatul Sambiring yg mempertontonkan sikapnya sbg politi penjilat… Yg kedua ciri2 org munafik juga selalu membawa2 dalil agama utk membenarkan kelicikannya, seperti Muawiyah dan Abu Sofyan di masa lalu.

3 Februari 2010 | 08:37
1

yg dimaksud itu apa ya mbak/mas? situs apaan sih itu, aku kog masih gak mudeng?

15 Februari 2010 | 14:27
1

makin Sesak dada ini ya kang, sudah berbulan2 saya sudah melaporan ini ke pihak wordpress, ternyata apa lah saya yang hanya seorang melaporakan sendiri.

15 Februari 2010 | 15:29
0

ya memang kalau mau cespleng itu….pak Menteri Kominfo…memerintahkan kepada jajarannya untuk segera menelisik dan menelusuri siapa yang membikin itu…..lalu si pembuatnya itu ditangkap…selanjutnya dihukum pidana penjara….

Itu baru cespleng dan pancen oye namanya….

Salam

1 Februari 2010 00:44
1

Wah, kalau soal penodaan agama perlu banget tuh beliu turun tangan secepatnya..

1 Februari 2010 | 00:46
0

yup…semoga pak Tifatul terketuk hatinya…shg tidak hanya sibuk saja saling berbantah ria dg pak Anis Matta…

1 Februari 2010 00:46
1

Semoga saja diperhatikan bapak Tifatul, Islam kenapa selalu dihujat koq pada sirik ye…sama Islam semoga Allah membalas yang menghina Rasullullah SAW. Amin…….

1 Februari 2010 | 00:46
0

amin…semoga saja…

1 Februari 2010 00:52
1

semoga pak Tifatul membaca tulisan ini dan segera mengambil tindakan…

1 Februari 2010 | 00:56
0

amin…semoga ada tindakan yg diharapkan ada efek penjeraan bagi pelakunya…

1 Februari 2010 01:00
1

Kembali lagi tangan kotor itu mencoba memecah belah kerukunan umat…

1 Februari 2010 | 01:01
0

semoga ada hukuman setimpal bagi si tangan kotor itu…

1 Februari 2010 | 03:23
1

sepertinya tulisan Om Ndeso sudah ditindaklanjuti.. terakhir saya buka web ini sudah tidak bisa.

1 Februari 2010 | 08:45
0

oh ya ?….

1 Februari 2010 | 08:47
0

kok aneh ya…saya pagi ini (Senin 01/02/2010 jam 08.45 WIB) mencoba ke situs itu lagi kok masih bisa dan masih eksis tuh….

1 Februari 2010 | 10:04
1

di blogrollnya, http://www.faithfreedom.com jg masih eksis Pak….saya prihatin kenapa ada forum murtadin Indonesia. pengin tahu saya, siapa sih pemilik blog tsb

1 Februari 2010 | 10:47
0

kata Maksun Syamsuddin….yg di http://www.beritamuslim.wordpress.com ….lebih gendeng lagi penghinaannya lho……..

1 Februari 2010 | 10:49
1

Pak Muhayat : masih bisa dibuka kok Pak…

1 Februari 2010 | 11:41
0

yup…betul…masih eksis…..

1 Februari 2010 | 13:09
1

iya Pak, saya jg sdh baca. cuman bs ngelus dada, penghinaan yg luar biasa thd dien kita…pelakunya wajib mati…laknatullah! satu lg blognya di genbloger

1 Februari 2010 | 14:55
0

ya…kita tunggu action pak Tifatul….

3 Februari 2010 | 11:59
1

saya sudah liat blog nya… masyaAllah….bener-bener keterlaluan… kok ada ya orang yang iri dan dengki hingga bisa menulis seperti itu… sekali lagi bener-bener keterlaluan

3 Februari 2010 | 17:34
0

yep…sangat keterlaluan

1 Februari 2010 01:01
1

laknat Allah SWT atas penulis blog ini!

1 Februari 2010 | 01:04
0

penulis blog yg mana nih…semoga itu bukan yg di Kompasiana khan ya ?…

1 Februari 2010 | 08:27
1

jelas yang http://www.beritamuslim.wordpress.com bung! sekali lagi, laknat Allah SWT atasnya!!

1 Februari 2010 | 08:48
0

ya…kalau saya beri link yg jelas spt itu di artikel diatas…bakalan kena moderasi dari admin dong…malahan kontraproduktif….
Tapi…. Kalau yg kasih komen yg ngasih link jelasnya….ya baguslah…

1 Februari 2010 | 10:05
1

wah…saya br tau ini…makasih beritanya ya mas bocah & makasih link-nya mas maksun…
masyaAllah…luar biasa penghinaan itu….smoga Allah membalasnya dgn setimpal…smoga jg pak tifatul segera menindak tegas masalah ini…

1 Februari 2010 | 10:45
0

yep…ditunggu action pak Tifatul…

Mosok prestasi dunia & akhiratnya pak Tifatul itu kalah sama prestasinya Menteri Penerangan zaman Orde Baru…ya nggak ?…

Salam

1 Februari 2010 | 11:17
1

iya…masak kalah sama pak harmoko? hehehe…

1 Februari 2010 | 11:43
0

hehehe…iya mosok pak Tifatul dari PKS yg partai Dakwah bisa kalah prestasi dunia & akhiratnya dg pak Harmoko dari Golkar Orde baru yg bukan partai Dakwah ?…

1 Februari 2010 | 13:11
1

prita aja emailnya bs dilacak. masak bloger yg kurang ajar ini ngga bs terlacak?

1 Februari 2010 | 14:56
0

kalau ada niat dan kemauan…pasti ada jalan…..

Semoga….ada niat dan kemauan untuk melacak……dan punya keberian…untuk meberikan hukuman pidana penjara kepada pelakunya……

Salam

1 Februari 2010 01:06
1

semoga beliau tidak terlena dengan kedudukan sekarang dan sengaja tidak tahu tentang hal ini.

1 Februari 2010 | 01:11
0

amin….

1 Februari 2010 01:09
1

Wodow… saya kok merasa ragu yach? Entah mengapa…

1 Februari 2010 | 01:12
0

ragu ttg apanya nih ?….

1 Februari 2010 01:44
1

semoga tidak salah alamat :)

1 Februari 2010 | 08:49
0

yep….

1 Februari 2010 02:09
1

pak tifatul bangun pak,bangun,…buktikan bahwa anda mampu….

1 Februari 2010 | 08:50
0

mudah2an subuh tadi udah bangun dan baca Kompasiana, sehingga hari ini sudah bisa memerintahkan stafnya….1×24 jam harus sudah ditindak itu pelakunya, begitu mungkin perintahnya….
amin…..

1 Februari 2010 02:58
1

ayo pak tifatull….jangan biarkan kasus ini berlarut….semoga beliau membaca apa yang anda tulis…:)

1 Februari 2010 | 08:50
0

amin…….

1 Februari 2010 03:46
1

Saya yakin pak Tifatul menanggapi isi artikel ini.

salam.

1 Februari 2010 | 08:50
0

amin……

1 Februari 2010 05:39
1

semoga pa Tifatul masih sama dengan pa Tifatul dahulu.

1 Februari 2010 | 08:50
0

amin……

1 Februari 2010 06:43
1

Saya berhrp pak Tifatul tak luntur komitmen dan loyalitasnya terhadap Islam, sekalipun telah jadi menteri. Soalnya seringkali seseorang klau dah “jadi” lupa dengan jati diri.
Boccc, ini bermanfaat dan menarik sekali. Good lucky lah Boccc.

1 Februari 2010 | 08:51
0

amin…and makasih atas apresiasi & tanggapannya

1 Februari 2010 06:44
1

^,^
Ah kang mas Ndeso . . . Iya2 . . . jgn sering2 berdebat ya kang Anis . . . Mari sama2 membangun bangsa ini ke arah yang lebih baik^^….
Hajar aja tuh yang nulis blognya…Parah bner dah…

1 Februari 2010 | 08:52
0

yep…setuju….

1 Februari 2010 06:47
1

mantap suratnya bang .. semoga Pak Tifatul membacanya. Yang saya khawatirkan, pembuat situs itu semoga bukan karena “memanfaatkan status kedzimmiannya”, jadi teringat ketika ada film yang menyangkut masalah kafir dzimmy beberapa waktu yang lalu.

1 Februari 2010 | 08:53
0

yep…seharusnya, dg perbuatannya itu maka sdh tak lagi bisa dikategorikan dzimmi…sudah berstatus harbi…. Salam

1 Februari 2010 06:48
2

Kalalu beliau baca Kompasiana, tepat sasaran nih. Hanya saja, tampaknya beliau tak sempat mampir ke rubrik kita. Bagaimana kalau dijadikan surat terbuka saja via Kompas?

1 Februari 2010 | 08:54
0

dipersilahkan jika ada yg berkenan memfollow up…

1 Februari 2010 07:31
1

semoga dibaca oleh pak menteri

salam
Omjay

1 Februari 2010 | 08:54
0

amin….

1 Februari 2010 07:59
1

Ayoooo Pak Tifatul, buktikan ….

1 Februari 2010 | 08:55
0

saya ikutan koornya…’ayo buktikan hijaumu !’….

1 Februari 2010 08:20
1

Yang namanya merusak, perlu diperbaiki.
Kalau tidak bisa diperbaiki, ‘dibuang’ atau ‘didaur-ulang’ sajalah…
he ..he

1 Februari 2010 | 08:56
0

hehehe…lbh baik jika discrab spt layaknya besi tua aja ah….

2 Februari 2010 | 13:45
1

KALO PERLU DIBLECHING AJA BANG!

2 Februari 2010 | 13:59
0

hehehe….bener juga ya….dibleching…

1 Februari 2010 08:48
1

Saya ingat nasihat ayah saya; “Jangan takut berada di bawah,karena yang dibawah itu yang besar dan kokoh.”
Rasulullah dan Islam, sejak kelahirannya sering sekali jadi bahan ejekan dan hinaan, tapi tak satupun dari semua itu yang melemahkan beliau beserta Islam.
Ya Allah ! seandainya KAU tiupkan pada kami jiwa sabar Rasulullah, niscaya kemarahan tak memenuhi jiwa kami, dan niscaya Engkau laknat orang-orang yang menghina kekasihMU, Muhammad Rasulullah.

1 Februari 2010 | 09:26
0

Ya…Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW…secara fiqih itu sesungguhnya tak ada jawaban yang pantas selain hunusan pedang bagi para penghina beliau Nabi SAW.

1 Februari 2010 | 10:59
1

Siap boz,kalau nggak ada jalan lain, mosok kita cuma mau enak-enak menikmati kebesaran Rasulullah SAW. tanpa berani berbuat apapun demi beliau.
Aku daftar….!

1 Februari 2010 | 11:52
0

yep…tapi…kita tunggu action pak Tifatul….mosok pak Tifatul gak berani spt Harmoko yg bikin jera dg hukuman penjara bagi penghina Rasulullah SAW…
harusnya malu dong….

1 Februari 2010 09:14
1

Ayo Pak Tifatul, lebih cepat lebih baik!!Penghinaan agama dan adu domba itu sangat berbahaya!! Baru saja saya buka masih bisa!!

1 Februari 2010 | 09:27
0

yep…sd saat ini masih belum diblokir…

1 Februari 2010 09:27
1

he he he………..semoga pak tifatul baca tulisan ini dan akhirnya terbuka hatinya, karena akhir2 ini kalau saya perhatikan (krn saya sebenrnya simpati padanya) semenjak menjadi mentri mata hatinya sudah kurang begitu awas dan jeli dengan masalah keumatan dan keislaman, karena beliau dibeberapa statementnya lebih cocok menjadi jubir para koruptor dari pada penggiat anti korupsi, mohon dimaafkan jika saya khilaf terhadap su’udhon saya thdp beliau.

1 Februari 2010 | 09:30
0

Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW pernah bersabda yg intinya bahwa perhiasan dunia (tahta, harta, wanita) mampu memalingkan hati manusia dari tujuan akhiratnya….dan itu artinya tentu juga sangat berpotensi menjadikan hijab hati manusia…

1 Februari 2010 09:28
1

Ayo Bang Tifatul..ditunggu aksinya..jangan terus-terusan tebar pesona di media.

1 Februari 2010 | 09:46
0

ayo bang..tebarlah pesona…tapi tebar juga pesona wibawanya Rasullah SAW….

1 Februari 2010 09:43
1

Padahal temen2 udah banyak yang melaporkan situs beritamuslim tersebut terkait penodaan salah satu agama, kenapa wordpress belum memblokirnya ya
Pak Tifatul harusnya sudah tahu duluan masalah ini dan harus segera mengambil tindakan

1 Februari 2010 | 09:47
0

Pak Tifatul masih sibuk berdebat dg pak Anis Matta dlm soal pemakzulan SBY kah ?….

1 Februari 2010 | 17:42
1

gak tau juga, gak mau menduga-duga lah bang, ntar malah ghibah…

1 Februari 2010 | 17:45
0

yup…kita tunggu aja actionya pak Tif….setuju ?…

1 Februari 2010 09:47
1

Tifatul udah jd mentri, milik semua anak bangsa. jd akan banyak pertimbangan apakah yg dimaksud menghina Kanjeng Rasulullah SAW itu? kita liat aja nanti. trims, kawan

1 Februari 2010 | 09:49
0

spirit jiwa sbg kader dakwah tentu tak seharusnya ikut hilang khan ?…

1 Februari 2010 | 10:53
1

Semua orang pasti sepakat bahwa blog dimaksud memang sangat provokatif, dan amat menghina umat Islam, yang tentu saja akan memecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa. Andaipun menterinya juga non muslim, saya rasa akan setuju jika blog tersebut dibekukan, karena blog tersebut hanya menyajikan tulisan kosong tak bermakna serta penuh kebohongan.

1 Februari 2010 | 11:45
0

@ Ambu Kaka :
ya ndak mesti begitu…kalau mereka yg hatinya pada dasarnya setuju dan pro dg pelakunya ya nggak akan menganggap itu sbg penghinaaan tho ya…..

1 Februari 2010 | 23:15
1

@Ambu..
betul kata anda itu blog kosong yang tak bermakna…0 besar dan yang nulis keliatan banget tidak kwualitas.

2 Februari 2010 | 10:04
0

yup….blog yg hanya berisi penghinaan saja….

1 Februari 2010 10:02
1

semoga yang terbaik yang dilakukan Pak Tiffatul…dan senantiasa cepat tanggap serta bijak dalam menghadapi permasalahan…

1 Februari 2010 | 10:48
0

yup…amin….

Tapi mosok prestasi dunia & akhiratnya pak Tifatul kalah sama prestasinya Menteri penerangan di zaman Orde Baru…. ya nggak ?….

Salam

1 Februari 2010 | 10:56
1

masih harus banyak belajar lagi mungkin…kita berbaik sangka aja…yukkk…tapi seharusnya Pak T segera mengambil tindakan tegas..masalahnya ini dah kronis kalau menurut aku…ya moga surat Abang dah nyampe ya…hehehehehhee…

1 Februari 2010 | 11:34
0

lha iya…kita tunggu actionnya….

1 Februari 2010 10:24
1

Kalau usulan saya di grup facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=186418037318 buatan saya [Dukung Depkominfo menutup situs pelecehan agama dan buka posko pengaduan] adalah:
1. Depkominfo seharusnya membuka posko pengaduan bagi masyarakat beragama [apa pun agamanya] agar bisa mengadukan situs yang melecehkan agamanya.

2. Depkominfo seharusnya bekerja sama dengan departemen terkait untuk menutup situs tersebut.

usulan itu sudah saya sampaikan ke FB-nya Pak Tifatul, FB-nya PKS, salah satu situs resmi Depkominfo, namun sampai sekarang belum ada tanggapan… :P
wassalam,
Haekal

1 Februari 2010 | 11:35
0

usul yg bagus…tinggal tunggu action pak Tifatul….

Semoga prestasi dunia & akhiratnya pak Tifatul ndak kalah sama pak Harmoko waktu njabat Menteri Penerangan di zaman Orde Baru….

1 Februari 2010 10:46
1

apa benar Bp. Tifatul juga memberikan keleluasaan pada Prsh AMDOCS (milik israel) sbg konsultan dalam bidang telekomunikasi indonesia (baca : spy)…., jika benar…., opong iki milih partai apa lagi skrg…udah lambat tindakan, ngasih lampu hijau lagi pembunuhan anak2 dan prempuan di gaza….

lebih baik golput, berdoa dan bertindak sendiri… susah nunggu orang lain…

1 Februari 2010 | 11:36
0

wah kalau soal itu saya malah belum tahu….tapi jika betul maka sangat disayangkan…

1 Februari 2010 | 12:11
1

saya baca di majalah Gatra edisi keempat bulan Januari

1 Februari 2010 | 12:18
0

Ok, saya akan cari….terimakasih infonya…
Usul saja, jika ditulis sbg artikel dg referensi apa yg ditulis di majalah itu akan bagus sptnya lho….lalu dipostingkan di Kompasiana tentunya….
Salam

1 Februari 2010 | 14:34
1

ok, saya dukung anda buat artikelnya ;)

1 Februari 2010 | 14:57
0

lho kenapa ndak sampeyan aja…khan udah ada majalahnya….hehehe

1 Februari 2010 11:05
1

http://www.faithfreedom.com masih bisa diakses tuh, aku baru nyoba nge-klik.

semoga ada tindak lanjut di sisa harap berjuta umat….

1 Februari 2010 | 11:38
0

ada lagi……kata Maksun Syamsuddin….yg di http://www.beritamuslim.wordpress.com ….justru lebih gendeng lagi penghinaannya lho……..

1 Februari 2010 | 11:43
1

kalo itu mah bener-bener gila….

1 Februari 2010 | 11:50
0

Benar2….Gila…Sinting…Miring…..ya….mosok dibiarkan dan tak dibuat jera ya ?…

1 Februari 2010 11:06
1

seharusnya ada segera penyelesaian karena masalah agama sangat sensitif sekali..

1 Februari 2010 | 11:38
0

ya…dan agama adalah masalah prinsip dunia akhirat lho….

1 Februari 2010 11:32
1

nanti saya sampaikan kepada pak Tifatul Sembiring. semoga bisa dia berkenan membaca dan memberikan komentar…

1 Februari 2010 | 11:39
0

wah….terimakasih sekali jika bersedia menyampaikannya….

Terutama itu lho….
…yg di http://www.beritamuslim.wordpress.com & http://www.faithfreedom.com

Salam

1 Februari 2010 | 11:44
0

silahkan klik itu..

http://en.wordpress.com/report-spam/

1. Buka: http://wordpress.com/report-spam/
2. Masukkan Email anda pada KOLOM “Email Anda (Your Email)”.
3. Masukkan http://islamidiot.wordpress.com, http://lapotuak.wordpress.com, dan http://kebohongandariislam.wordpress.com atau juga http://beritamuslim.wordpress.com “URL Blog (Blog URL)” (Ditulis satu persatu, jangan tiga sekaligus) atau juga kalo ada lamat URL lain yang menghina agama mana pun atau hal apapun yang berbau RAS dan AGAMA bisa juga dimasukan ( sekalipun itu blog muslim yang menghina kristen dan lainnya).
4. Masukkan alasan anda pada KOLOM “Mengapa (Why) “. (Alasan Tulis dalam bahasa Inggris. Atau tulis “Content is obscene and defamation cause religious and racial hatred”) (“Konten adalah tidak senonoh dan menyebabkan pencemaran nama agama dan ras kebencian”) (sumber: yuhendrablog)

1 Februari 2010 | 11:48
0

Ayo…pak Tifatul…ayo PKS….jangan sampai kalah prestasi dunia & akhirat dengan prestasinya pak Harmoko (Golkar) yg Menpen di zaman Orde Baru…..!!!!..

Dulu saja yg sekuler itu berani menghukum pidana penjara bagi penghinanya…mosok sekarang malah mungkret dan mengkeret….!!!!

Tetap semangat dong…..!!!!

1 Februari 2010 | 11:50
1

semoga saja mereka bisa…
kita juga harus membantu, dengan cara yang saya berikan tadi..

1 Februari 2010 | 11:53
0

yup…siap…tapi kekuasan yg amanah yg harus berani bertindak…bikin jera mereka…

1 Februari 2010 | 11:56
1

kata tifatul kalo ngga salah, kita tidak bisa langsung menutup blog itu..karena servernya berasal dari usA bukan punya Indonesia..kemarin kami memberikan usulan bagaimana jikalau kita mengajukan komplain..dengan cara yang aku tulis diatas..

akhirnya pak tif setuju..dan dia sudah melakukannya beserta anak buahnya dan juga rekan-rekan twitter dan juga blogger….

tetapi, tulisan bocah yang ini sudah aku sampaikan kepada beliau, semoga ada responnya yang lebih baik dan lebih keras lagi…

1 Februari 2010 | 12:00
0

Terimakasih….pak Oyong…atas jasa baiknya….

Sungguh, saya sangat berharap pak Tifatul akan segera memerintahkan anak buahnya untuk mengusut tuntas…karena itu akan membuat efek penjeraan bagi yg lainnya…dan saya yakin itu yg di http://www.beritamuslim.wordpress.com & http://www.faithfreedom.com dibuat oleh orang Indonesia…jadi tangan hukum negara masih bisa menjangkaunya…

Sekali lagi terimakasih….semoga di masa mendatang nantinya….martabat dan harkat Rasulullah SAW tak lagi dihina spt itu…..

Salam

1 Februari 2010 | 12:12
1

pengusutan bisa dilakukan..asal mau bekerja sama dengan rekan-rekan perentas dunia maya. karena aku yakin mereka bisa. mudah2an segera terbongkar…

1 Februari 2010 | 12:19
0

yep…saya juga berharap begitu….

1 Februari 2010 | 23:07
1

aku mendukung

2 Februari 2010 | 10:05
0

siapa yg akan mendukung lagi ?….ditunggu dukungannya……

1 Februari 2010 11:39
1

Turut prihatin, semoga yang berwenang cepat menanggapi

1 Februari 2010 | 11:45
0

semoga……..

1 Februari 2010 11:58 via Mobile Web
1

Sy setuju bahwa ini semacam issu untuk mengalihkan perhatian publik dari kasus BC. Kita mendesak pemerintah bukan hanya menutup web itu tp jg mengusut siapa pelakunya

1 Februari 2010 | 12:19
0

setuju…blokir dan usut pelakunya……

1 Februari 2010 12:05
1

Inilah saat yang tepat menggunakan UU ITE!

Sebagaimana tercantum pada dlm pertimbangan keluarnya UU tsb:
Menimbang:

f. bahwa pemerintah perlu mendukung pengembangan Teknologi Informasi melalui infrastruktur hukum dan pengaturannya sehingga pemanfaatan Teknologi Informasi dilakukan secara aman untuk mencegah penyalahgunaannya dengan memperhatikan nilai-nilai agama dan sosial budaya masyarakat Indonesia;

Kemudian Ayat 2 Pasal 28 UU ITE:

Pasal 28
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Dan tentunya ini menjadi tugas menkom info yg juga kader PKS dan menag untuk menjalankan tugas ini! Kalau tdk berani, mundur saja karena itu lebih terhormat…

1 Februari 2010 | 12:15
1

berarti dalam UU ITE ada yang boleh menyebarkan info untuk menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan yang berbau SARA , dong……………..siapa orang itu, yang kedua orang yang menyebarkan isu berbau SARA kalau tidak sengaja nggak apa-apa khan….(?)

1 Februari 2010 | 12:20
0

pokonya…demi Rasulullah SAW…harusnya dicoba dicari rujukan hukum formalnya dari segala penjuru…..setuju ?….

1 Februari 2010 | 13:02
1

Dlm UU ITE disebutkan kalimat: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak. Sebutan TANPA HAK ini menunjukkan bahwa ada yg BERHAK.

Yang ber HAK tentunya yg punya otoritas, dg memperhatikan:
pemanfaatan Teknologi Informasi dilakukan secara aman untuk mencegah penyalahgunaannya dengan memperhatikan nilai-nilai agama dan sosial budaya masyarakat Indonesia

Isu SARA bagaimana yg disebarkan oleh pihak yg BERHAK tsb?
Tentunya isu SARA yg bertentangan dg aturan yg berlaku, misalnya isu SARA mengenai GOLONGAN SESAT!

1 Februari 2010 | 14:58
0

yup…dan ditambahi dg UU 44/2008…khan jadi lebih mantep….

1 Februari 2010 12:10 via Mobile Web
1

…menunggu jawaban pak ustad tifatul sembiring…..

jangan membuat saya semakin yakin kalau sebagian orang hanya memamfaatkan simbol agama untk kepentingan jabatan……

Salam kompasiana

1 Februari 2010 | 12:21
0

betul…segera blokir….segera usut pelakunya….dan, segera berikan hukuman pidana penjara yg setimpal kepadanya…..

1 Februari 2010 12:21
1

kita berharap ada tindakan Pak Tifatul atas blog tsb…

1 Februari 2010 | 12:22
0

yup…setuju….

1 Februari 2010 12:31
1

bocahndeso…:-P
hayoh ..mau ngapain sebenarnya ?

1 Februari 2010 | 12:34
0

lha menurut sampeyan sebaiknya mau ngapain ?…..

1 Februari 2010 12:35
1

Terus menulis dan mengkritisi, saya suka kritik anda yang positif ini Pak. Semoga Pak Tifatul mau membacanya.

Salam.

1 Februari 2010 | 12:38
0

terimakasih……

Tapi yg jelas…yg sesungguhnya saya inginkan adalah…dg kekuasaan yg sekarang ada di tangannya pak Tifatul itu…beliau segera memblokir situs2 itu….mengusut tuntas para pelakunya….memberikan efek jera dg memberi hukuman pidana penjara kepada pelakunya….karena hukum formal negara memungkinkan untuk itu….

Salam

1 Februari 2010 | 19:20
1

Sepertinya yang menulis ini orang yang setara dengan staff ahli mentri bidang hukum!
Tulisan-tulisannya membuat saya makin ‘melek’ hukum. Terimakasih. Tetap semangat menulis.

Salam.

1 Februari 2010 | 19:25
0

wah ya ndak begitu…saya hanya bocah ndeso yg pantesnya ngarit dan angon kebo saja…saya ngilo ghitokku dewe…bisa kuwalat saya…terlalu tinggi memperbandingkannya…bagaikan membandingkan besarnya tubuh kodok dengan tubuhnya gajah itu namanya…apalah artinya saya yg ndeso ini dihadapannya para cerdik pandai yg berkantor di gedung ber-ac…
Salam

1 Februari 2010 | 23:09
1

nich hebatnya Kangmasku….seneng merendah….

2 Februari 2010 | 10:07
0

ndak bermaksud merendah kok jeng Gendis…memang mau dipoles dimake up ditopengi atau mau diapakan aja ya hanya segitu aja keadaan diriku….

1 Februari 2010 13:00
1

Kasus ini kan sudah lama, dan sudah banyak yang melaporkan ke wordpress, kenapa kok belum diblokir ya …. apanya yang kurang?
Anyway, saya barusan kirim sms ke beliau. Semoga cepat dapat tanggapan. Jzklh infonya.

1 Februari 2010 | 14:59
0

ya….memeprihatinkan….sebenarnya tak cukup hanya sekedar memprihatinkan saja….tapi seharusnya harus sudah marah lho….

1 Februari 2010 | 23:10
1

ya beberapa bulan yang lalu juga aku pernah ikut melaporkan loo…tapi kok masij bisa buka ya???

2 Februari 2010 | 10:10
0

ya…sudah sekian lama berlarut-larut dibiarkan saja….oleh sebab itulah menjadikan saya yg ndeso ini memberanikan diri menuliskan artikel (surat) spt yg tersebut diatas….

Apa ya kurang teknologi dan kemampuan serta kapasitas aparat negara kita untuk tak membiarkan hal seperti itu ?….saya yakin kok tidak…dg catatan itu jika ada kemauan dan keberanian dari yg berwenang dan berkompeten….

1 Februari 2010 13:13
1

semakin dibahas semakin menjadi mereka itu. Cuekin aja deh.. Jangan dikunjungi blog2 mereka, dan jangan sebut2 lagi blog mereka disini… nanti semakin membuat penasaran yang lain, blog mereka malah dicari2…
Kalau tak di hulkum di dunia…. mash menanti hukuman akhirat yg lebih dahsyat lagi…
Semoga Allah memberikan petunjuk dan hidayah kepada penguasa negeri ini, untuk menyelesaikan masalah2 yang meresahkan umatnya…. amin,

1 Februari 2010 | 15:01
0

ya nadak bisa begitu bu…mosok ada orang yang menghina Rasulullah SAW kok kita sbg umatnya malah cuek aja….fiqih tdk mengajarkan yg spt itu…..
Lha mumpung pak Tifatul lagi mengemban amanah jabatan yg punya wewenang…maka kenapa ndak dihantam habis saja pelakunya itu…ada rujukan UU yg bisa mendasarinya kok…

12 Maret 2010 | 11:55
0

saya setuju dengan pendapat ibu Lily, semakin dikunjungi blog2 yang menghina dan sejenisnya nah tambah senanglah mereka.
so jalan satu2nya adalah cuekin ajaaaaa.
ga usah pakai fiqih2an, pakai logika saja.
yah kayak nanganin anak nangis aja, tambah diladenin tambah kenceng nangisnya, begitu dicuekin malah lebih cepat ademnya malah setelahnya jadi tambah kalem.

1 Februari 2010 13:15
1

berat sekali tantangan umat muslim, penjajahan peradaban lewat media massa… berapa banyak orang yang mengerti dan masih peduli dengan masalah ini ya..

1 Februari 2010 | 15:03
0

yg memprihatinkan lagi. adalah…..tak merasa pedih saat Junjungannya dihina dan direndahkan….jika hati kita merasa biasa2 saja, itu sebenarnya sudah merupakan malapetaka bagi keyakinan agama di diri kita lho……

1 Februari 2010 13:38
1

Sampai sekarang saya nggak mau membuka situs itu, bukan apa - apa…kalo melihat pasti jadi marah tapi mau marah kemana ?! Mudah - mudahan Pak Tifatul Sembiring yang terhormat bisa segera mengambil tindakan.

1 Februari 2010 | 15:04
0

yep…tapi tak berarti kita menjadi cuek aja khan ?…..

Lha mumpung pak Tifatul lagi mengemban amanah jabatan yg punya wewenang…maka kenapa ndak dihantam habis saja pelakunya itu…ada rujukan UU yg bisa mendasarinya kok…

Salam

1 Februari 2010 13:43 via Mobile Web
1

Semoga pak Tifatul segera bertindak!

1 Februari 2010 | 15:05
0

kita tentu berharap begitu……

1 Februari 2010 14:06
1

aneh memang mas ndeso..wong lingkup kerjanya depkominfo kok gak langsung dilabrak aja tuh situs,udah jelas2 penodaan agama dan bisa berdampak pada kerukunan beragama kok masih dibiarin aja.aneh..neh..neh..salam aneh.

1 Februari 2010 | 15:05
0

mungkin lagi sibuk soal pemakzulan….kali ya ?

Salam masgul & makzul

1 Februari 2010 14:12
1

tweet blio aja. saya pun merasakan aneh dengan situs itu. anehnya karena gambar avatarnya perempuan cantik berjilbab.

1 Februari 2010 | 15:06
0

saya tidak ikut tweet……

1 Februari 2010 14:12
1

Emang ngga ada “direct contact” ke para menteri di kabinet skr yach ? Kalo ngga ada, SMS aja ke presiden (9949), untuk disampaikan Pak Tifatul.

1 Februari 2010 | 15:06
0

dipersilahkan……

1 Februari 2010 14:15
1

nah seperti inilah yang menjadi perdebatan,,kewenangan pemerintah itu seperti apa???masih ingat kan pelarangan 5 Buku di Indonesia,mendapat tentangan..katanya mengekang kebebasan pendapat,,balaslah buku dengan buku..nah,kalau seperti ini bagaimana???ada web yang melecehkan agama tertentu, terus apakah dibalas dengan melecehkan agama lain??…Mudah2 an ini menjadi renungan bersama juga.(apakah wewenang pemerintah utk mencekal itu salah sepenuhnya???)

Kalau saya pribadi,lebih setuju kl blog itu di nonaktifkan saja,dibanding sebatas ada penjelasan dari pemerintah…karena ini sudah bersifat berbahaya..

1 Februari 2010 | 15:07
0

sudah baca teliti artikel diatas ?….sudah baca UU-nya ?…..
Sudah jelas itu bisa dan dibenarkan untuk dilakukan…..

1 Februari 2010 | 17:56
1

ya bagus kl bisa…kl pelarangan buku gimana mas??setuju nggak??

1 Februari 2010 | 18:06
0

Kita doakan dan kita dukung semoga bisa….
Inti hakikatnya adalah soal konten…semua media sama….masalah kontennya sudah jelas atau masih debatable…maka jika sudah jelas ya soal buku jika melanggar UU 44/2008 ya boleh2 aja dilarang…
salam

1 Februari 2010 | 18:13
1

Bukan apa2,,kasus ini mengingatkan saya sama tayangan Kick Andy Jumat Kemaren…Ada pengamat yang terkesan menentang adanya pembredelan buku (tentu saja pengarangnya) karena alasn kebebasan berpendapat,dan ini juga terjadi di Kompasiana ini,kasus FTR..ternyata masih ada yang mempertanyakan penutupan akunnya..hal ini kan membuat pengertian akan penutupan/pemredelan terkesan tabu untuk dilakukan..

1 Februari 2010 | 18:25
0

Kembali lagi…tergantung kontennya….buku, internet, majalah, koran, televisi, itu khan hanya wahananya saja….jika kontennya sudah jelas melanggar pasal 1 dan 2 di UU 44/2008 maka ada kewenangan pemerintah untuk memblokirnya….
Jangan2 yg mau dibredel itu buku yg kontennya hanya tak disukai oleh penguasa saja…ya kalau itu sih kediktatoran namanya….
Maka, kembali ke kontennya….

Apakah menurut anda isi konten di http://www.beritamuslim.wordpress,com itu masih debatable soal penghinaannya ?.

Salam

1 Februari 2010 | 18:52
1

sepertinya saya sudah menyatakan sikap juga..sudah baca teliti komen saya yang pertama kan?? ada disitu..
sekarang gini mas,,bagaimana kalau ada buku yang memaparkan ajaran agama baru dengan penyajian yang halus tertata dengan mendompleng ajaran agama2 yang sudah ada,,apakah ini bisa langsung dibredel,,ini kan debatable..kalau website itu sudah jelas..kasar..tentu orang langsung marah..
Atau simplenya bagaimana pendapat anda tentang aliran Ahmadiyah,,Lia Eden atau di Kristen juga ada aliran saksi Yahowa ,,kalau seandainya ini ditutup boleh atau nggak??kalau anda bilang ini debatable atau nggak.. jelas debatable karena aliran ini punya pengikut…pengertian debatable ini yang masih perlu penjelasan lanjut..

1 Februari 2010 | 19:07
0

buku yang memamparkan ajaran agama baru ?…

Kembalikan masalahnya itu kepada agama induknya…apakah ajaran baru itu termasuk aliran yg dilarang di agama induknya itu ?…
Ini nggak debatable…karena di agama induknya itu ada pranata dan hukum2 yg jelas ttg bagaimana aliran dalam agama tersebut…contoh Islam….jelas ada fiqih, ushul fiqh, akidah, dsb, yg bisa dipakai untuk menguji aliran itu menyimpang atau tidak….

jika dari pembahasan itu ya terbukti menyimpang…maka ada 2 solusi :

Satu , buku boleh beredar tapi jangan mendompleng agama induk.
Dua : buku dilarang jika tetap mendompleng agama induknya.

Gampang tho ?…

Jadi nggak gampang itu karena yg punya otoritas dan wewenangnya tak menempatkannya pada proporsinya…ya nggak ?.

Salam

1 Februari 2010 14:15
1

Musuh2 Islam sadar betul bagaimana mereka harus berbuat..sudah tidak mungkin berani melakukan perang secara terbuka..berbagai cara dan media akan terus digunakan .. dan ini pun telah difirmankan olehNYA. Mari kita rapatkan barisan, luruskan shaf kita..perbaiki keyakinan kita sembari memohon kepada Alloh agar diberikan perlindungan. Meminta dan atau menutup situs2 semacam itu memang tepat tetapi perlu diikuti dengan senantiasa saling mengingatkankan.
Saya pernah mengirimkan komentar di beberapa situs itu dengan mengatakan bahwa anda benar sekali…karena dalam keyakinan saya akan muncul golongan seperti anda… dan ini menambah keyakinan saya akan kebenaran ISLAM.

Inilah masa dimana ilmu tidak berlandaskan keimanan akan makin banyak muncul kepermukaan bumi. Tolaklah kemungkara ini dengan cara da kemampuan masing2.

1 Februari 2010 | 15:08
0

yep….mudah2an….di saat ada kader dakwah yg sedang diberi amanah jabatan shg mempunyai wewenang….maka spt itu bisa segera diakhiri untuk selamanya….

1 Februari 2010 14:52
1

Semoga pa Tifatul segera bertindak menutup situs tersebut, walau kita tahu bahwa situs semacam itu juga akan selalu muncul dibuat oleh orang-orang yang benci terhadap Islam dan ingin menciptakan kekisruhan di tengah bangsa ini.

salam

1 Februari 2010 | 15:10
0

oleh sebab itu…harus diberikan efek penjeraan….dg hukuman pidana penjara bagi pelakunya….wong zaman menteri orde baru yg sekuler aja bisa kok….

1 Februari 2010 15:04
1

FB Pak Tifatul: http://www.facebook.com/tifatul.sembiring
FB PKS: http://www.facebook.com/pages/PARTAI-KEADILAN-SEJAHTERA/44797717760?ref=sgm
Web Resmi Depkominfo: http://www.depkominfo.go.id
Alamat email pengurus salah satu web resmi Depkominfo: helpdesk.sepp@depkominfo.go.id

Untuk penulisan alamat2 situs yang menyerang Islam, mungkin artikel ini bisa dipertimbangkan:
http://www.facebook.com/topic.php?uid=128013435988&topic=11896

wassalam,
Haekal

1 Februari 2010 | 15:19
0

tengkyu…
bisa bantu memforwardkan artikel tsb diatas ?….
Wass

1 Februari 2010 | 15:22
0

spiritnya itu….mumpung pak Tifatul sgd menerima amanah jabatan….dimana dg jabatan itu menjadikannya mempunyai kekuasaan dan wewenang….maka kenapa kok tidak dibuat efek penjeraan bagi pelakunya ?….karena hal itu dimungkinkan dan dibenarkan menurut UU negara….
Salam

1 Februari 2010 | 18:07
0

As-Salaamu ‘Alaikum,..

بسم الله الرحمن الرحيم

Berapa banyak website, atau blog, atau forum yang dibuat khusus untuk menghina/menghujat Islam? Banyak… tak terhitung jumlahnya. Banyak juga “jebakan” website yang namanya berbau Islam, tetapi isinya justru menyesatkan.

JANGAN PERNAH emosi atau penasaran TERPANCING untuk membuka Situs, atau Blog, atau Forum yang menghina/menghujat Islam. Kalau ada teman yang memberi kita link URL yang menghina Islam, jangan pernah dibuka, beritahu si teman kita itu bahwa link URL itu adalah propaganda putar-balik.

Muslim yang gampang terpancing emosi adalah “mangsa empuk” bagi musuh Islam. Bisnis internet, adalah bisnis “KLIK” tombol di ujung mouse pada computer yang ada di rumah, warnet, kantor di seluruh penjuru dunia.

Sebuah website memperoleh keuntungan dari sponsor yang memasang iklan pada halaman-halamannya. Sponsor akan membayarnya sesuai dengan BANYAKNYA JUMLAH “KLIK” yang mengakses website itu, bukan terhitung dari jumlah orang, tapi adalah jumlah akses masuk. Jadi kalau 1 orang mengakses website itu 5 kali, maka akan terhitung lima, bukan satu.

Ironisnya, orang-orang yang paling banyak mengakses website propaganda ini adalah muslim yang terpancing emosi dengan memberikan banyak komentar membela Islam di dalamnya (bahkan dengan kata-kata kotor), tanpa mengetahui adanya maksud tersembunyi.

Bukan hanya itu, banyaknya jumlah akses akan menarik posisi link URL itu ke urutan-urutan awal pada searcher (yahoo search, google search, searchalot, dll). Semakin banyak yang mengakses website propaganda ini justru akan memperpanjang umur website.

Berbeda dengan revolusi pemerintahan, atau unjuk rasa kepada seorang pengelola suatu perusahaan, sebuah website tidak akan bisa diturunkan atau dibunuh secara langsung. Cara yang paling umum dilakukan untuk membunuh satu website adalah “dengan tidak pernah mengaksesnya sama sekali”. Website akan otomatis membeku, bangkrut dan mati sendiri apabila tidak ada yang mengakses.

Setiap muslim yang merasa bertanggung jawab untuk mengingatkan saudara-saudaranya dari ancaman pengaruh dari link URL menyesatkan, maka adalah lebih wajib lagi untuk bisa mempertanggung-jawabkannya.

Kalau kita berniat atau terpanggil untuk menjadi aktivis dalam menghadapi siasat propaganda ini, kita harus bisa bersiasat untuk menyerang balik, minimal adalah memperkuat pertahanan muslim terlebih dahulu, tidak mudah terpancing. Detik ini, ada sebagian saudara-saudara muslim kita yang berkecimpung khusus di dunia internet sedang sibuk dan hati-hati dalam menghadapi propaganda ini.

Ini adalah link URL dari beberapa saudara-saudara muslim yang mengusut masalah ini:
http://www.ifew.com/insight/15039net/websits.htm
http://islamfortoday.com/baig01.htm
http://www.nellaieruvadi.com/islam/antiislamic.asp

—————————————————-

Tulisan di atas adalah tentang bagaimana menghadapi website, blog, forum. Bagaimana dengan “group-group dalam facebook” yang menghina/menghujat Islam?

Ini kita sedang ada di dalamnya. Apapun yang bisa kita lakukan di sini ada dibawah otoritas peraturan yang dibuat oleh Facebook Inc., jangan lupa kalau Facebook Inc. ini adalah perusahaan milik pribadi, dengan kata lain Mark Zuckerberg (founder and CEO) bisa melakukan apapun yang dia mau di sini.

Kami mengetahui keberadaan group yang menghina Qur’an dengan najis (maaf, tidak menuliskan nama group) sejak beberapa bulan yang lalu. Sejak awal group itu masih beranggota puluhan orang, sudah ada ratusan muslim yang report atau melaporkan group itu. Tapi sampai dengan jumlah member 3000-an (tiga ribuan) account saat ini group itu masih tetap ada. Kalau memang Mark Zuckerberg cs. (Facebook Inc.) ada itikad toleransi untuk menghapus group itu, mereka sudah bisa melakukannya sejak jumlah membernya masih sedikit.

Ini permainan propaganda. Facebook tidak akan menghapus group itu hanya karena faktor emosional, itu sudah merupakan aturan main mereka. Semakin banyak yang meneriakkan group itu, maka group itu akan semakin populer, otomatis akan semakin banyak juga yang mengakses, = keuntungan facebook semakin besar.

Itu baru satu group, sedangkan group yang menghina/menghujat Islam di facebook berjumlah sampai dengan ratusan.

Facebook akan menghapus account, atau group, atau fan-page apabila pemerintah mereka (USA) yang memintanya, atau apabila sudah menjadi ancaman kepada mereka. Seperti pada kasus Del Piero-Neo Nazi, di mana seseorang mengaku Alessandro Del Piero mencantumkan website Neo Nazi di profile-nya, Del Piero menuntut balik ke facebook karena lemahnya security. Del Piero yang asli tidak pernah menggunakan facebook.

Facebook, ambil saja apa yang bermanfaat buat kita dari facebook. Mudhorot ada di mana-mana, begitu juga Hidayah ALLAH. Daripada kita cari mudhorot-nya, lebih baik kita ambil manfaatnya, mana tahu beauty lies beneath (keindahan terletak dibaliknya).

—————————————————-

Menepuk air di dulang terpercik muka sendiri. Banyak muslim teriak-teriak “Provokator!!” sambil tidak menyadari kalau dia sudah menjadi provokator yang dibutuhkan musuhnya sendiri.

Itulah rentannya mencintai Islam dengan perasaan, emosi. Mencitai ALLAH Ta’ala dan Rasulullah saw adalah tidak cukup dengan perasaan, tapi juga dengan Ilmu dan Taqwa.

Apabila kita mendapat kabar sepintas yang terdengar “sensasional”, lebih baik kita diam dulu, sampai kita benar-benar mengerti masalahnya dengan tenang. Bi Shobri wash-Sholah… dengan Sabar dan Sholat.

You won’t see thru the line before you clear your mind.

Was-Salaamu ‘alaikum
– ltf, al, madmor, sandman, d’jackal, bone, bad-art –

Di Forward Dari Group Purgatory Mogers!!!
http://www.facebook.com/topic.php?uid=78955924242&topic=11583

Jadi Lupakan Group-Group Penghina Islam itu dan sebarluaskan tulisan ini kesemua forum diskusi, facebook, dan blog-blog kalian..dengan atau tanpa label Purgatory pun tidak masalah! Lawan dengan kejeniusan berpikir bukan dengan emosi semata! Selamat Menjadi Orang Cerdas!!! Allahu Akbar!

1 Februari 2010 | 18:07
1

Maaf kepanjangan…

1 Februari 2010 | 18:11
0

wah artikel yg bagus…..tapi yg namanya Rasulullah SAW itu dihina…jika kita kaji fiqihnya…maka jawabannya sebenarnya cuma satu….hunusan pedang….mazhab manapun sepakat ttg itu….
Namun…karena menghindarkan tindakan yg spt itu…maka pak Tif dg kewenangannya harus segera bertindak…dan bikin jera pelakunya….
Salam

1 Februari 2010 | 18:20
0

tambahan lagi, itu yg di http://www.beritamuslim.wordpress.com bisajadi servernya tidak di Indonesia, tapi pelaku pembuatnya jelas2 orang Indonesia…

Btw, ada seorg guru ngaji di kampung saya yg pernah berkata :

“Jika hati kita tak mendidih dan tak merinding saat melihat Rasulullah SAW dihina, maka patutlah kita beristighfar, memohon ampun kepada Allah SWT karena tak marah saat kekasih-Nya dihina, padahal jika istri kita dihina saja maka hati kita menjadi marah. Maka patut dipertanyakan sampai dimanakah mahabbah kita kepada-Nya dan kepada kekasih-Nya ?”

Salam

1 Februari 2010 | 23:04
1

jgn terbawa emosi, insya Allah ada cara2 yg lebih tegas dan bijak bung :) Dan semua agama yg dihina harus menjadi perhatian bersama, mau islam, kristen, katolik, budha maupun hindu adalah agama2 yg mengajarkan kpg kebaikan, wajib hubukum kehormatan agama2 tersebut kita bela bersama. iya toh!!!

1 Februari 2010 | 23:05
1

wajib hukumnya membela semua kehormatan agama apapun….

2 Februari 2010 | 10:15
0

@ faizal assegaf :

Marah itu harus !!!…kepala dingin dan berstrategi yg baik untuk menghadapinya itu keniscayaan…

Karena :
“…..Jika hati kita tak mendidih dan tak merinding saat melihat Rasulullah SAW dihina, maka patutlah kita beristighfar, memohon ampun kepada Allah SWT karena tak marah saat kekasih-Nya dihina……Padahal andai istri/suami/pacar/keluarga kita yg kita cintai itu dihina dan dilecehkan, maka hati kita menjadi marah……Maka patut dipertanyakan sesungguhnya di kalbu kita ini adakah mahabbah kepada-Nya dan kepada kekasih-Nya ?…..”

Salam

2 Februari 2010 | 11:47
1

well… jadi inget kisah Abu Bakar yang menyuapi kakek yahudi yang gemar mencerca Rasulullah…
Kalau lupa, saya sertakan lagi:
“Suatu hari, Siti Aisyah, isteri Nabi bertanya kepada ayahnya yang juga menjadi sahabat Nabi. Itu terjadi setelah Rasulullah meninggal.” Kumulai kisahnya. “Apakah ayah sudah melakukan semua yang Nabi lakukan? Demikian pertanyaan Aisyah.”
“Ia menjawab, semua yang dilakukan oleh Nabi Muhammad sudah ia tiru. Namun menurut Aisyah, ada satu hal yang belum dilakukan oleh ayahnya. Di hari-hari menjelang akhir hayat Rasulullah, ketika masih sehat, ia selalu menyuapi seorang tua buta di ujung jalan yang setiap hari dilewatinya. Tentu Abu Bakar bertanya-tanya heran, dan mengatakan bahwa orang tua buta itu adalah seorang Yahudi. Bukan hanya itu, namun juga selalu mencerca Nabi Muhammad dan pengikutnya, bahkan sampai beliau meninggal.”
“Ya, perasaan itu pula yang berkecamuk dalam hati Abu Bakar. Akan tetapi, karena tidak terpengaruh oleh cercaan itu, Abu Bakar berjanji kepada Aisyah, bahwa ia akan menggantikan tugas Rasulullah untuk menyuapi kakek Yahudi itu. Maka keesokan harinya, pagi-pagi, Abu Bakar mendatangi orang tua buta itu sambil membawa serantang bubur gandum. Ketika aroma bubur itu tercium oleh Pak Yahudi, tampak senyum gembira karena akan segera mendapatkan sarapan pagi. Mulailah Abu Bakar menyuapkan sendok pertamanya ke mulut Pak Yahudi. Tapi apa yang terjadi ketika tiba pada suapan kedua?”
“Orang tua buta itu marah. Ia menolak tangan Abu Bakar dengan kasar, dan menghardik keras.”
“Siapa kamu?! Begitu tanya Sang Yahudi. Kamu pasti bukan orang yang biasa menyuapiku. Mana orang itu? Dia orang yang sangat lembut, menyuapi dengan penuh kasih sayang. Dia tak akan menyuapkan sendok berikutnya sebelum aku selesai mengunyah dan menelan.”
“Abu Bakar menangis. Ia tersedu dan gemetar hebat. Ia menahan amarah, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap Pak Yahudi. Lalu dengan terbata-bata, ia sampaikan sebuah rahasia. Kata Abu Bakar kepadanya: Tahukah Bapak, siapa orang yang selalu menyuapimu dengan sabar dan penuh kasih sayang itu? Dialah Rasulullah Muhammad yang engkau benci, yang setiap hari engkau maki. Tapi dia tak pernah sakit hati atau dendam kepadamu, justru memperlakukanmu melebihi cinta kerabatmu.”
“Ia tertegun. Apalagi ketika disampaikan bahwa Rasulullah baru saja meninggal kemarin. Berarti kebencian Pak Yahudi itu berlangsung sampai akhir hayat Rasulullah, tak sempat ia minta maaf. Namun Allah pada saat itu langsung menurunkan hidayah. Orang tua buta itu menangis sedih dan menyesal sedalam-dalamnya. Saat itu pula ia mengucapkan dua kalimat syahadat. Bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Allah. Juga bersaksi bahwa Muhammad sebagai utusan Allah.”

Sumber: http://www.sriti.com/story_view.php?key=1687

Sampai berapa waktu lalu, saya masih beranggapan sama seperti mas ndes. Fight Sword with Sword…
Tapi, setelah baca artikel yang saya sertakan sebelumnya, kemudian teringat kisah Abu Bakar dan Kakek Yahudi ini, saya jadi bertanya-tanya…

Kalau Rasulullah masih begitu lembut terhadap orang yang menghinanya…
Kalau Abu Bakar masih bisa menahan diri dan tetap menyuapi sang kakek…
Mungkin kita umatnya, bisa lebih ‘cerdas’ dalam melawan ‘pedang-pedang’ itu… ;)
wallahua’lam,
wassalam,
Haekal

2 Februari 2010 | 12:02
0

yup….ada kisah juga yg saya nanti mau bagi tentang bagaimana fiqih (mazhab manapun juga, Syafi’i Hambali, Maliki, Hanafi, bahkan Wahabi sekalipun) bersepakat bahwa penghinaan dan pelecehan terhadap Rasulullah SAW adalah pedang jawabannya….

Kisah yg anda rilis itu tidak menggambarkan konteks menghadapi penghinaan dan pelecehan…ini ada kaitan dg konteks fiqih muamanas terkait kategori kafir dzimnni, kafir harbi….mohon dilihat lagi di buku rujukan fiqihnya….

kisah yg anda rilis itu terkait dg konteks yang menggambarkan Rasulullah SAW begitu lemah lembut terhadap sesamanya, dalam konteks hubungan sosial antar manusia dan dalam konteks berdakwah…

Begitu yg saya tahu….

Makanya, kembali saya tegaskan bahwa…saat Rasulullah SAW dihina dan dilecehkan…marah itu harus !!!…tapi jelas kepala harus tetap dingin dan melakukan strategi yg baik untuk menghadapinya itu adalah suatu keniscayaan !…

Karena..Jika hati kita tak mendidih dan tak merinding saat melihat Rasulullah SAW dihina, maka patutlah kita beristighfar, memohon ampun kepada Allah SWT karena tak marah saat kekasih-Nya dihina……Padahal andai istri/suami/pacar/keluarga kita yg kita cintai itu dihina dan dilecehkan, maka hati kita menjadi marah……Maka patut dipertanyakan sesungguhnya di kalbu kita ini adakah mahabbah kepada-Nya dan kepada kekasih-Nya ?….

Dalam konteks itulah surat yang tulis di artikel tersebut diatas dibuat…coba cerna dg baik…adakah ajakan untuk segera menghadapinya dg pedang ?….tidak…..walau harus difahami, sekali lagi, sesungguhnya (fiqih mazhab manapun juga) yg namanya Rasulullah SAW dihina maka pedang terhunus sebagai jawabannya…tapi dalam konteks surat itu yg tidak menghapuskan hakikat fiqih itu…..saya menyarankan agar pedang tetap dihunuskan, dalam arti digunakan hukum negara untuk mebuat jera si pelakunya….

Salam

2 Februari 2010 | 13:35
1

setuju sekali mas….
pedang yang berlandaskan hukum!
itu sebabnya kita minta ke depkominfo… :)
intinya sih, dari awal saya cuma mengingatkan mengenai penyertaan link (dengan pertimbangan artikel yang saya sertakan). Jangan sampai emosi kita justru dimanfaatkan sebagai alat promosi gratis bagi situs2 seperti itu.

Mengenai ‘pedang’ hukum, saya setuju sekali…

wassalam,
Haekal

2 Februari 2010 | 13:53
1

@haekal, saya baru tahu tuh klu abu bakar nyuapin yahudi… hehehehe lucu ya cerita2 terdahulu yg sangat diragukan kebenarannya

2 Februari 2010 | 13:56
0

yep….tapi strategi melalui jalur hukum itu tidaklah boleh mengurangi bobot dan bahkan sama sekali tidak boleh menghilangkan (menafikan) bahwa hakikat fiqih bahwa Rasulullah SAW dihina maka pedang terhunus sebagai jawabannya…

kebalikannya, saya justru mengkhawatirkan, kasus penghinaan terhadap Rasulullah yg kemudian secara bertubi2 ditimpali dg sesuatu ’soundbite’ yg mencoba menafikan aturan fiqihnya itu merupakan cara untuk memperlemah umat karena umat tak lagi mengerti bagaimana seharusnya bersikap thd itu, dan bagaimana cara membela harkat dan martabat kekasih-Nya itu.

Sebenarnya, masih ada jalur hukum lain disamping UU 44/2008, yaitu UU ttg penodaan agama. Namun, saat ini UU tersebut lagi dilakukan judial review oleh AKBB. Sehingga dalam surat itu tidak saya singgung sama sekali ttg UU penodan agama itu. Kenapa ?. Ya, nanti pak Tif akan berada pada posisi politis yg lebih sulit daripada beliau memakai UU 44/2008 yg sudah sangat jelas relevansinya.

Ok, demikian untuk sementara.

Wassalamualaikum Wrwb

2 Februari 2010 | 13:59
1

mas, ini no HP sekertaris menteri Depkominfo: 081189504… klu bisa di hubungi biar segera ditangani

2 Februari 2010 | 14:05
0

dikirimi sms dong, agar dapat ditangani dg segera….

2 Februari 2010 | 14:07
1

yup… klu bisa bareng2 biar cepat disikapi…

2 Februari 2010 | 16:58